Marak Info Penculikan Anak, Kapolda: Harus Waspadai

Featured Hukum & Kriminal

Modusnya Berikan Uang Jajan ke Siswa

RBO, BENGKULU– Banyaknya peristiwa terkait penculikan anak menjadi atensi jajaran Polda Bengkulu. Terlebih lagi hal ini kerap terjadi di Kabupaten Kaur. Berbagai modus pelaku untuk dapat melancarkan aksinya, maka diharapkan pihak Orang Tua agar lebih berhati-hati. Sebelumnya, aksi ini terjadi di Desa Pardasuka Kecamatan Maje Kabupaten Kaur dimana aksi percobaan penculikan terjadi saat hendak berangka latihan pramuka. Kedua korban penculikan ini yang masih duduk SD diantaranya Natalia Tampubolon dan Sifa Nur Aini pada Sabtu (18/1).

Menariknya lagi, dalam aksinya para pelaku memberikan uang jajan sebesar Rp 5 ribu agar mengikuti permintaan tersebut. Untung keduanya dapat terselamatkan karena sempat berteriak hingga terdengar oleh pihak warga setempat. Hingga akhirnya hal ini dilaporkan ke pihak Kepolisian setempat untuk ditindak lanjuti.

Menanggapi hal ini Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Supratman, MH. Kapolda meminta agar orang tua juga pihak sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan, untuk antisipasi hal ini.

“Ini harus menjadi perhatian serius para orang tua juga sekolah. Tingkatkan kewaspadaan, awasi anak dan siswa jangan sampai menjadi korban penculikan ini,” ucapnya.

Untuk mewaspadai penculikan ini, Kapolda juga mengharapkan agar semua Polres jajaran Polda Bengkulu untuk mewaspadai ini. Dengan melakukan pengamanan di sekolah dan meningkatkan patroli rutin di wilayah hukumnya masing-masing. Dalam mengantisipasi penculikan yang mulai meresahkan masyarakat ini.

“Jadi ini harus disikapi juga oleh semua polres jajaran. Tingkatkan patroli rutin dan pengawasan serta pengamanan di sekolah, terutama di jam pulang sekolah,” tegasnya. Dirinya menambahkan, kepada orang tua untuk tidak meninggalkan atau membebaskan anak sendiri baik di rumah maupun saat ke sekolah. Usahakan untuk diantar jemput, atau minimal ada orang yang dipercaya untuk antar jemput dan menjaga anak ini.

“Intinya jangan terlalu dilepas anak itu. Harus dalam pantauan dan pengawasan terus. Bukan hanya penculikan jika anak jauh dari pengawasan, semua potensi kejahatan bisa saja terjadi pada anak,” tutupnya. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *