Februari 2020 Taman Bonsai Kota Bengkulu Dilaunching

Featured Kota Bengkulu Pariwisata

RBO, BENGKULU – Walaupun taman bonsai yang berlokasi di dekat jalur dua menuju Taman Berkas akan dilaunching Februari, tapi masyarakat sudah mulai berdatangan untuk menikmati destinasi wisata baru di Provinsi Bengkulu ini. Bahkan, ini satu-satunya taman dengan berbagai spot menarik untuk mengabadikan dalam jepretan foto. Tak tanggung-tanggung, baru sebulan berdiri tepatnya tanggal 20 Desember 2019 kemarin, sudah ada 400 bonsai yang didekorasi dengan semenarik mungkin, mengundang para wisatawan lokal maupun dari luar, ingin melihat secara langsung.

Taman Bonsai ini, merupakan hasil insiasi dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota, Perusahaan Daerah (PD) Ratu Agung Niaga, berklaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dinas Pariwisata Kota. “Konsep awalnya, kami ingin menghidupkan kembali pusat kuliner Pantai Panjang, melalui penggiat UKM Bonsai. Alhamdulillah, sudah 6 UKM yang tergabung disini. Sebelumnya lahan yang buat menjadi taman bonsia, sangat terbengkalai. Mudah-mudahan ini menjadi destinasi pusat wisata yang baru di Provinsi Bengkulu,” kata Manager BUMD Kota PD Ratu Agung Niaga, Naygren Ari pada RADAR BENGKULU, kemarin.

Walaupun, pembuatan awal dari membersihkan lahan, mendekorasi taman bonsau semuanya, melalui dana swadaya BUMD PD Ratu Agung Niaga, namun pihaknya berharap akan ada bantuan dari Pemkot, Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan terkait perawatan tamanan bonsa tersebut. “In sya Allah, diminggu ketiga bulan Januari, kami akan mengundang Pemkot dan dinas terkaitnya, bagaimana kedepan untuk taman bonsai ini, apakah nanti akan ada tiket masuk, dan menghasilkan PAD bagi Pemkot nantinya,” katanya.
Rencananya, launching taman bonsai pada Bulan Februari mendatang. Sehingga, pihaknya masih mendekorasi dan merenovasi taman bonsai, supaya menjadi destinasi wisata baru di area Pantai Panjang. ” Untuk dana penataan di taman bonsai ini, sudah menghabiskan 60 juta rupiah. Yaitu untuk membayar tukang, kolam resapan karena rawan banjir, meterial dan lain-lain. Maka dari itu, kami berharap pemerintah dapat membantu, supaya jangan hanya seremonial awal saja, tapi benar-benar dilestarikan,” tuturnya.
Target kedepan, taman bonsai ini akan ditambah sebanyak 1000 bonsai lagi, sehingga disini tempat seluruh komunitas dapat menikmati spot-spot menarik yang ada disini. “Untuk sekarang, masyarakat yang berkunjung kesini, masih digratiskan. Kami masih menunggu sistem yang baru seperti apa, usai launching taman bonsai di bulan Februari mendatang,” tutupnya. (ach)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *