Memprihatinkan, Kondisi Jembatan Nasional di Mukomuko yang Diusut Polda

Featured Mukomuko

RBO, MUKOMUKO – Proyek nasional di Kabupaten Mukomuko yakni pembangunan jembatan Menggiring Besar Cp dengan nilai kontrak sebesar Rp 11,8 miliar yang bersumber dari APBN saat ini tengah diusut Polda Bengkulu. Sebagaimana sudah diberitakan Radar Bengkulu edisi Senin (20/1).

Proyek jembatan yang berada di Air Punggur, Kelurahan Koto Jaya Kota Mukomuko ini tidak tuntas seratus persen alias mangkrak. Ditambah lagi ada dugaan kerugian negara (KN) yang saat ini tengah dilakukan penyelidikan oleh Subdit Tindak Pidanan Korupsi (Tipikor) Polda Bengkulu.

Terpantau di lapangan, ternyata kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 2018 itu sudah kembali rusak parah. Memprihatinkan sekali. Beberapa konstruksi jembatan yang berbahan besi, mayoritas sudah berkarat. Maklum saja, jarak jembatan yang tidak tuntas dikerjakan itu hanya belasan meter saja dari laut.

Akibat berkaratnya konstruksi tersebut, besi-besi kerangka bakal lantai jembatan tersebut sudah ambruk. Seandainya proyek tersebut dilanjutkan, sangat diragukan kualitas jembatan itu jika memanfaatkan konstruksi yang saat ini.

Tidak diketahui pasti sudah berapa persen pekerjaan jembatan tersebut. Yang jelas, saat ini belum dapat dilewati. Sebagai alternatif. Tepat berada disisi jembatan yang mangkrak itu, tersedia jembatan darurat.

Mirisnya lagi, jembatan alternatif yang ada saat ini, kondisinya juga sudah memprihatinkan. Papan kayu yang menjadi alas lantai sudah banyak yang lapuk. Dan untuk ukurannya pun sangat sempit.

Untunglah, ada warga yang setiap hari bersedia memandu, khususnya kendaraan besar untuk melewati jembatan alternatif itu. Jika tidak ada, dapat dipastikan akan berbahaya bagi pengendara.

Wahyu, salah seorang pengendara yang kerap melintas melewati jembatan tersebut mengatakan, ia sangat khawatir dengan kondisi jembatan darurat yang ada saat ini.

“Kalau jembatan aslinya, ya gak usah diomongkan lagi lah. Lihat saja kondisinya itu. Tapi toh ya tolong, jembatan daruratnya dibetuli. Saya cemas kalau mau lewat jembatan ini. Kalau beriringan dengan truk, lebih baik saya nunggu. Kalau truck-nya sudah agak jauh, baru saya jalan. Takut jembatan ambruk kalau terlalu dekat dengan truk. Kan sudah pernah terjadi,” beber Wahyu ketika dimintai tanggapan, Senin (20/1) di lokasi. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *