Pulang Sekolah, 2 Anak SD Lari Ketakutan

Bengkulu Tengah Featured Hukum & Kriminal

Ada OTD Mau Kasi Kerupuk dan Permen

RBO, BENTENG – Semenjak beredar informasi soal isu percobaan penculikan, sejumlah sekolah telah mensosialisasikan ke siswanya agar hati hati. Sosialisasi tersebut agaknya berhasil dan terbukti di wilayah Kabupaten Benteng, tepatnya di Desa Kancing, Kecamatan Karang Tinggi, Jumat (24/1).

Dua siswa Anjelica dan Gita siswa kelas 3 SDN 40 Bengkulu Tengah warga Desa Kancing, memilih lari meninggalkan orang tak dikenal (OTD) yang hendak memberi kerupuk dan permen.

Salah satu siswa bernama Anjelica (9) mengatakan saat itu ia dan kawannya Gita hendak pulang ke rumah usai mengikuti ekstra kurikuler silat di sekolah, Jumat(24/1) sekira pukul 17.00 WIB. Kemudian saat dijalan menuju pulang ke rumahnya, tiba-tiba ada mobil jenis Kijang warna Hitam yang mengikuti mereka dari belakang.

“Om di mobil itu mau ngasih permen
dan kerupuk sama kami, tapi karena takut kami langsung lari pulang ke rumah,” jelas Anjelica, kemarin (27/1) disekolahnya didampingi gurunya.

Ditambahkan, ada dua orang dan sempat turun dari mobil untuk menghampiri kedua siswi tersebut.

“Melihat Om itu turun dari mobil kami langsung lari ketakutan,” jelasnya.

Sementara itu, guru SDN 40 Benteng Diswan,S.Pd menjelaskan, pihak sekolah sebelumnya memang sudah memberikan sosialisasi kepada siswa agar lebih berhati-hati ketika pulang sekolah. Hal ini melihat dari peristiwa penculikan di Kabupaten Kaur belum lama ini.

“Siswa memang sudah kami kasih tahu agar berhati-hati saat pulang sekolah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Benteng AKBP.Andjas Adipermana,SIK,MH melalui Kasatreskrim Polres Benteng Iptu.Rahmat,MH menjelaskan, berdasarkan hasil klarifikasi pihaknya hari Senin (27/1) sekira pukul 14.00 WIB di rumah Sekdes Desa Kancing Kahirum terkait beredarnya video tentang anak-anak yang mengaku akan diculik.

Setelah dilakukan pengecekan langsung terhadap kedua orang anak tersebut yang didampingi Orang tua dan Sekdes didapat keterangan bahwa kronologis kejadian yaitu pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2020 kedua anak tersebut dihampiri oleh dua orang yang tidak dikenal datang menghampiri mereka dan hendak memberikan permen kepada kedua anak tersebut, karena tidak kenal maka kedua anak tersebut meninggalkan kedua orang yang tidak dikenal pergi kearah gang serta berlari menjauhi kedua orang tersebut.

“Mereka menyampaikan kepada orang tua mereka dengan bahasa mereka mau diculik. Kesimpulan sementara hasil interogasi pihak Polres belum bisa dikatakan percobaan penculikan terhadap kedua orang anak tersebut,” jelasnya.

Pasalnya, menurut keterangan kedua anak itu bahwa kedua orang tidak dikenal tersebut belum melakukan tindakan memaksa dan mengajak kedua anak tersebut masuk ke dalam mobil kijang milik orang tidak dikenal tsb dan hasil interogasi didapatkan keterangan yg berbeda dari kedua orang anak tersebut.

“Namun pihak Polres tetap mengimbau untuk selalu waspada terhadap aksi penculikan yang terjadi di provinsi Bengkulu,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *