Kedatangan Presiden Tentu Ada Dampak Bagi Bengkulu

Featured Pemda Provinsi Politik

Lihat Saja Nanti Tol, KEK, PLTU, UIN Jadi

RBO, BENGKULU – Ketua Fraksi PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.Ip, MM Pemerintah Provinsi Bengkulu belum maksimal memanfaatkan momen kedatangan Presiden Jokowi ke Bengkulu ketika meresmikan monument Fatmawati. Sebab tidak ada bantuan atau program pemerintah pusat yang diberikan saat kedatangan orang nomor 1 di Indonesia tersebut.

“Menurut saya ini suatu kegagalan. Sebelumnya direncanakan kedatangan Jokowi juga untuk meresmikan Ground Braking Tol Bengkulu-Linggau, peresmian PLTU serta peningkatan status IAIN menjadi UIN. Tapi ternyata kedatangan Presiden Jokowi ke Bengkulu hanya bertujuan untuk meresmikan Monumen Fatmawati atas undangan keluarga besar Fatmawati dan tidak ada bantuan yang biasanya kalau seorang kepala negara turun ke daerah itu dia langsung memberikan bantuan ataupun program dari pemerintah pusat,” ungkap Edwar Samsi, Rabu (5/2).

Hal ini lanjut Edwar memperlihatkan bahwa Bengkulu tidak memiliki orang-orang dekat yang mampu melakukan lobi terhadap pemerintah pusat. “Semestinya kehadiran Presiden ke Bengkulu, Gubernur melalui orang dekatnya bisa melobi Menteri PUPR untuk hadir dan melihat langsung Ground Breaking TOL. Sebab seperti terakhir kunjungan Presiden Jokowi ke daerah Jawa ketika dia melihat terowongan, saat itu daerah tersebut langsung diberikan bantuan dari pemerintah pusat. Sedangkan kita meskipun Presiden sudah hadir, ternyata kedatangannya hanya untuk meresmikan monument, dan ketika Gubernur menyampaikan pidato terkait rencana peningkatan status IAIN menjadi UIN serta TOL, itu tidak direspon oleh Presiden Jokowi saat memberikan sambutan,” singkat Edwar.

Sementara itu, dari orang dekat Gubernur Bengkulu Dr H. Rohidin Mersyah, Zulkarnain Kaka Jodho dia tidak sependapat dengan yang disampaikan oleh Ketua Fraksi PDIP tersebut. Menurut Kaka Jodho kedatangan Presiden Jokowi ke Bengkulu menunjukkan dari ekspresi Presiden Jokowi turun dari pesawat lewat senyum sumringahnya mengartikan bahwa bahasa tubuh Pak Presiden akan melaksanakan dan mendukung setiap program pembangunan yang ada di daerah.

“Dari bahasa tubuh Pak Presiden tadi, tersirat ada suatu keberkahan. Dan turut hadir keluarga besar Fatmawati, dimana ada Ketua DPR RI Puan Maharani yang merupakan cucu beliau, juga Puti Sukarno, walaupun Ibu Megawati tidak hadir diwakili Ibu Puan. Perlu diketahui Ibu Puan Itu siapa? Puan itu Ketua DPR RI yang insya Allah akan membawa keberkahan untuk Bengkulu dan pembicaraan untuk mendukung pembangunan Bengkulu itu sudah dibicarakan sejak jauh hari. Apalagi tadi datang lengkap hari ini, ada Guruh, Rachmawati dan Sukmawati. Dan dengan hadirnya Presiden Jokowi serta Ketua DPR RI ini ke Bengkulu, gak mungkin tidak ada manfaatnya bagi daerah,” terang Kaka Jodho.

Adapun manfaat atas kehadiran Presiden Jokowi, seperti Ground Breaking Tol Bengkulu-Linggau, itu bisa dikatakan positif berjalan. Kemudian PLTU juga sudah berjalan.

“Jadi begini perlu disadari, suatu kehormatan tersendiri bagi kita masyarakat Bengkulu. Bahwa antara Pak Rohidin dengan Presiden Jokowi ini ada ikatan emosional sendiri. Dimana keduanya merupakan satu alumni sama-sama alumni UGM. Pak Jokowi kakak letting, kakak tingkatnya saat kuliah. Artinya ikatan-ikatan emosional itu kita yakini akan membawa keberkahan untuk kemajuan pembangunan Bengkulu kedepan. Dan peningkatan status IAIN menjadi UIN juga tetap akan terlaksana. Jadi saya ini kan mantan orang istana, meskipun saat pidato sambutannya Presiden tidak merespon soal TOL dan UIN, itu bukan berarti beliau tidak mendukung, kita lihat saja kedepan semua itu akan terealisasi,” pungkas Kaka Jodho. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *