Dua Kali Gagal Tender, Jembatan Suro Bali, Dibangun 2021

Featured Kepahiang

RBO, BENGKULU – Perhatian masyarakat khususnya Kabupaten Kepahiang terhadap kondisi jembatan Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas semakin serius. Menurut anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi S.Ip, MM pihaknya melihat ada politik kepentingan dalam gagalnya dua kali lelang untuk pekerjaan pembangunan jembatan tersebut.

“Jadi yang jelasnya. Pertama kondisi ruas Jembatan Suro Bali itu luar biasa parahnya sampai kini. Bahkan kami pernah sama-sama dengan masyarakat gotong royong untuk memperbaikinya. Anggaran untuk jembatan yang menghubungkan Desa Suro Bali itu, awalnya dari APBD provinsi tahun 2018 dianggarkan, kemudian 2019 dianggarkan Rp 6 Miliar lebih. Dua tahun kemarin tidak dilaksanakan alasan mereka gagal tender. Kenapa sampai gagal tender? Ini tentu karena ada kepentingan, mungkin kepentingan antar kelompok satu dengan kelompok yang lain. Sehingga yang jadi sasarannya itu kan masyarakat. Untuk itu, sebaiknya hentikanlah permainan-permainan seperti ini,” ungkap Edwar Samsi saat ditanyai sedang berada di ruangan Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (10/2).

Sebaiknya lanjut Edwar, agar kedepan tidak terjadi gagal lagi, gunakanlah lelang terbuka. “Gunakanlah lelang terbuka. Mau dia pejabat atau siapapun orangnya yang penting untuk kepentingan masyarakat, seharusnya tetap mereka lakukan lelang dan pekerjaan. Lalu ini mau kita anggarkan dalam APBD tahun 2020, tidak bisa, sebab kita mau bayar utang. Utang 2017-2018, utang kegiatan yang tidak terbayar selama ini, kurang lebih mencapai Rp 70 sampai Rp 80 Miliar. Akhirnya beberapa kegiatan yang seharusnya prioritas seperti Jembatan Suro Bali ini tertunda. Ini yang kita sayangkan, miris kita melihatnya seperti ini,” papar politisi PDI Perjuangan ini.

Kedepan untuk pembangunan Jembatan Suro Bali ini, lanjut Edwar, masih bisa dianggarkan kembali, tapi tidak dalam tahun 2020. “Bisa kita anggarkan berkisar Rp 6 sampai Rp 7 Miliar, dan jembatan itu sangat penting bagi masyarakat disana, sebab sebagai sarana penghubung desa menuju lokasi wisata. Itukan merupakan desa wisata, disamping itu memang banyak warga yang menggunakan jalan itu. Kalau putus Jembatan itu, Desa Suro Bali gak bisa dilewati. Harapan kita, kedepan terakhirlah tahun 2021 kita anggarkan, di prioritaskan untuk direalisasikan. Yang sekarang ada biaya pemiliharaan, kemarin kita sepakati ada Rp 100 juta, realisasikanlah yang Rp 100 juta ini. Kalau sekarang jembatan itu bisa dilalui, cuman susah, bahkan orang kecelakaan disana sudah berapa kali. Kalau dari masyarakat disana sudah sering kali datang mengeluhkan pada kita, bahkan kalau reses takut kita kesitu, karena janji dewan selama ini akan dibangun, harapan kita kedepan dapat dilaksanakanlah,” pungkas Edwar. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *