Toko barang antik Bengkulu

Ekonomi & Bisnis Featured Kota Bengkulu Sosial & Budaya

Kenalkan Budaya Tempo Dulu kepada Masyarakat

RBO, BENGKULU – Di Kota Bengkulu ini banyak sekali toko-toko yang menjual berbagai kebutuhan warganya. Bahkan, di Kota tempat kelahiran ibu negara RI, Fatmawati yang tugu atau monumennya yang terletak di Simpang Lima Ratu Samban yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo Rabu (5/2/2020) kemarin ada toko yang khusus menjual barang antik. Konon kabarnya, ini adalah satu-satunya toko yang menjual barang antik di Kota Bengkulu. Apa saja yang dijual disana, silakan baca liputannya di bawah ini.

RIDHO FANS AMELTA – Kota Bengkulu

TOKO Bunian adalah satu-satunya toko barang antik di Kota Bengkulu. Tempatnya tidak terlalu besar, tapi barangnya cukup lengkap disana untuk menghibur mata para pecinta barang antik. Ketika memasuki toko ini, mata kita akan dimanjakan dengan flashback sejarah Bengkulu tempo dulu. Kita ini dibawa serasa kembali ke masa lampau.

Toko ini terletak di jalan A Yani, tepatnya di samping Benteng Marlborough, Kampung, Kota Bengkulu. Penjual barang antic ini bernama ibu Rosnalini. Menurut keterangan Rosnalini, ia telah menjual barang antik ini kurang lebih 27 tahun. Diakui Rosnalini, banyak kolektor yang berdatangan ke tokonya ini untuk membeli koleksi barang antiknya. Ada warga Kota Bengkulu, ada juga warga dari luar Bengkulu. ‘’ Dan mayoritas yang banyak membeli barang antic milik saya ini adalah masyarakat luar Kota Bengkulu ,’’ kata dia kepada radarbengkuluonline.com, di tempat usahanya, di Jalan A Yani, tepatnya di samping Benteng Marlborough .

Toko Bunian itu sendiri menjual koleksi barang antic khas Bengkulu dan juga barang antic lainnya. Seperti baju adat, Artefak kuno budaya, Buku Sangsakerta Bengkulu asli, dan Buku lawas kuno sejenisnya.

Salah satu benda yang paling bernilai yang Rosnalini jual adalah Mangkok Porselen. Yang mana barang antic itu Ia jual seharga Rp 50 juta. Mangkok tersebut merupakan benda peninggalan Dinasti Ming. Barang itu dibeli oleh orang yang bernama Sa’ah, seorang kolektor yang berasal dari Negara Singapura sekitar tahun 2006 silam.

Rosnalini sendiri mencari langsung barang antic itu sendiri ke berbagai penjuru kota. Meski kurang begitu diminati di Kota Bengkulu sendiri, tapi Rosnalini enggan untuk menutup toko warisan almarhum dari suaminya itu.

Ini Lantaran menurut ia selain ini adalah warisan dari suaminya, menurut ia dari toko ini juga masyarakat, terutama masyarakat Bengkulu itu sendiri bisa belajar dan mengenal budaya dan sejarah masa lampau. ‘’Sayang sekali rasanya kalau toko ini ditutup. Sebab, dari toko ini warga bisa belajar dan mengenal benda-benda sejarah tempo dulu,’’ ujarnya dengan suara agak berat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *