‘Aisyiyah Pusat Canangkan Program Desa Peduli TBC

Featured Pendidikan

RBO  >>>   BENGKULU  >>>   FO PR TB Community TB Care ‘Aisyiyah, Khoirul Annas mengatakan, tahun 2020 ini, akan mencanangkan program baru Desa Peduli Tuberkolisis (TBC). Jadi, pihaknya akan mendampingi satu desa bekerjasama dengan komunitas, membangun stuktur, mengadakan pelatihan-pelatihan. Fungsinya, ingin memberikan semacam kesadaran pada masyarakat sistem yang ada di desa untuk peduli TBC.

       “Kami akan membahasnya di Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PWA Bengkulu. Nantinya akan dijelaskan secara teknis seperti apa prosesnya. Karena program ini baru tahun ini dicanangkan,” ujar Annas pada RADAR BENGKULU, kemarin.

Menurutnya, ini menjadi strategi baru untuk pencegahan TBC di setiap Desa. Untuk di Bengkulu sendiri, nantinya akan ada satu desa sebagai percontohan dalam penerapan Program  Desa Peduli TBC. ” Program Desa Peduli TBC dananya dari swadaya masyarakat. Jadi, dari struktur, pelatihan dari stake holder terkait, dan menggelar kegiatan yang berkenanaan soal TBC. Sehingga, ini sangat penting dibahas dan diterapkan. Apalagi, Bengkulu baru 3 Kabupaten yang mendapat penanganan lebih pencegahan TBC. Yaitu Kota Bengkulu, Rejang Lebong dan Lebong,” katanya.

Annas sudah tiga kali menginjakan kaki ke Bumi Rafflesia dalam kegiatan Rakorwil ‘Aisyiyah, untuk memberikan evaluasi, masukan, arahan dan lain-lain. Dari pantauannya selama ini, untuk di Bengkulu soal pencegahan TBC, menurutnya, peran Pemerintah sangat baik, sampai memberikan dana hibah untuk mensuport ‘Aisyiyah, terkait TBC. Walaupun, dari 9 Kabupaten ditambah 1 Kota di Provinsi Bengkulu, baru 3 Kabupaten yang mendapat suport bantuan tersebut. “Untuk kerjasama, koordinasi dengan pemerintah terkait sudah sangat baik. Kemudian, untuk internal ‘Aisyiyah Bengkulu juga bagus kinerjanya. Kami menilai dari 14 Provinsi program TBC yang bernaung di ‘Aisyiyah Muhammadiyah, Bengkulu bisa dibilang kompak dari tingkat wilayah, provinsi dan kabupaten/kota. Maka dari itu, pencapaian dari pusat Bengkulu dapat mencapai target tersebut,” tuturnya.

Diketahui 14 Provinsi tersebut, terdiri 134 kabupaten/kota. Untuk wilayah Sumatera, Sumatera Utara, Selatan, Barat, Lampung dan Bengkulu. Wilayah Jawa, Jawa Tengah, Timur, DIY. Wilayah Kalimantan, Kalimantan Barat, NTT, Sulawesi Selatan, Utara dan Tenggara.  Wilayah Papua, Papua Barat. ” Kami berharap program TBC ini terus digerakan. Karena ini penting untuk disesosialisaikan. Apalagi TBC penyakit menular, tentunya membutuhkan kesadaran, kepedulian dari masyarakat. Sebab, stigma di masyarakat TBC penyakit yang mengerikan. Padahal TBC bisa dicegah penularannya dan pengobatannya gratis,” tutupnya. (ach)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *