Aktual, Peran ‘Aisyiyah Perangi Kasus  TBC di Provinsi Bengkulu

Featured Kesehatan

RBO  >>>   BENGKULU   >>>  Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) R-NIP 2020 Community TBC-HIV Care ‘Aisyiyah. Acara tersebut,  merupakan hasil tindaklanjut dari Rakornas Community TB Care yang diadakan di Malang, tanggal 13 sampai 16 Januari 2020 lalu.  Rakorwil ‘Aisyiyah mengangkat tema, ‘Aktualisasi dan Dinamisasi Gerakan Islam Berkemajuan untuk Bengkulu Bebas TBC.’ Acara ini digelar di hotel ternama di Kota Bengkulu kemarin.

Ketua Koordinator Rakorwil, Hj. Susi Soraya, SE mengatakan, dunia Tuberkulosis (TBC) merupakan visi dalam pemberantasan TBC di semua level. Bebas TBC,  yang termasuk di dalamnya, diharapkan tidak ada lagi kematian yang diakibatkan TBC. “Oleh sebab itu,  ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Muhammadiyah salah satu programnya adalah,  menjawab problem kesehatan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, kebijakan anggaran kesehatan, peningkatan kesadaran masyarakat. Termasuk berbagai macam penyakit menular.  Salah satunya  TBC,” ujar Susi yang juga menjabat sebagai Sekretaris PWA Bengkulu pada RADAR BENGKULU,  kemarin.

Dijelaskannya, PWA  Bengkulu pada tahun 2019 ini, telah memperluas daerah program penanggulangan TBC.  Semula 3 kabupaten kota, kini menjadi 10 kabupaten/kota. Program tersebut, sudah dijalankan dengan Dana Global Fund.  Sedangkan untuk di 7 Kabupaten dengan dana hibah APBD Provinsi Bengkulu tahun 2019. “Alhamdulillah, PWA Bengkulu sejak tahun 2017 hingga sekarang,  telah bermitra dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu,” tuturnya.

      Selama ini,  lanjut Susi, memang penanggulangan TBC, bukan hanya menjadi tugas Dinkes saja.  Namun juga organisasi masyarakat,  pihak swasta dan masyarakat, semua bersama-sama berupaya memutus rantai penularan TBC. “Kami juga bersyukur,  kegiatan advokasi yang dilaksanakan PWA Bengkulu, telah membuahkan hasil. Yaitu diberikan amanah program penanggulangan TBC yang disebut,  Grass Kecamatan Bebas TBC melalui Dana Hibah APBD Provinsi sebesar 1 Miliar,” terangnya.

Diketahui,  tahun 2017 angka kasus ternotifikasi Dinkes Provinsi Bengkulu sebanyak 2.462 orang dan angka temuan kasus ternotifikasi SR 369 orang.  Sehingga Community TB Care Aisyiyah menyumbang capaian Provinsi Bengkulu 14,9 persen. Ditahun 2018, angka kasus ternotifikasi Dinkes Provinsi 3.446 orang dan angka temuan kasus ternotifikasi SR 538 orang. Sehingga Community TB Care ‘Aisyiyah menyumbang capaian 15,6 persen. Tahun 2019, angka kasus Ternotifikasi Dinkes Provinsi Bengkulu adalah 3.079 orang, angka temuan itu,  diharapkan programnya dapat bersinergi dengan program Community TB Care. Seperti Majelis Tabligh, Majelis Kesejahteraan Sosial, Majelis Kader dan Majelis Hukum dan HAM.  “Kami mengimbau para peserta Rakorwil,  dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius. Sehingga,  apa yang telah dibahas dapat diimplementasikan untuk meningkatkan capaian kerja,”  harapnya.

Rakorwil PWA juga dihadiri, Ketua PWA Bengkulu, Hj. Zurnawati, Ch,  diwakilkan Wakil Ketua 1 PWA, Hj. Surya Darma,  S. Pd. I,  Dinas Kesehatan Provinsi diwakili Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi,  Listyenti Bahar, FO PR TB Community TB Care, ‘Aisyiyah, Khoirul Annas, Pimpinan Harian dan Ketua Majelis PWA, Ketua PDA Kota Bengkulu, Rejang Lebong dan Lebong, TIM SR dan SSR Community TB Care ‘Aisyiyah Bengkulu. (ach)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *