Auning Pasar Panorama Diresmikan, Jika Masih Jualan Dijalan Bakal Ditindak Tegas

Featured Kota Bengkulu

Wawali Tegaskan Jangan Ada Pungli

RBO, BENGKULU-Sebanyak 136 auning Pasar Panorama sudah selesai dibangun oleh Pemerintah Kota Bengkulu dari dana APBD sebesar Rp 900 juta. Untuk pembangunan lapak dibangun dengan angaran Rp 300 juta menggunakan dana swakelola. Telah diresmikan langsung oleh Wakil Walikota, Dedy Wahyudi, Jumat, 14 Februari 2020. Demi memberikan kenyamanan pada pedangan dan masyarakat tidak ada Pungli di Pasar Panorama Kota Bengkulu. Namun perjuangan Pemerintah Kota Bengkulu dalam menata pasar sampai bersih dan rapi belum final.

“Ya pembangunan aunig ini untuk menanpung para pedagang yang selama ini berjulan di pingir jalan, telah diresmikan artinya pedagang sudah resmi berjualan di auning ini. Setelah diresmikan ternyata ada beberapa pembenahan, pertama adalah kami pastikan tidak boleh ada pungli di pasar ini. Kedua tidak ada jual beli lapak auning, jika terbukti ada penjualan silakan lapor pada ke polisian dan pihak pasar. Ketiga penataan Pasar Panorama saat ini belum maksimal perlu waktu atau strategi khusus untuk bersenergi antara pihak keamanan dengan pihak Pemkot dan alhamdulillah pihak Polres sudah menetapkan,” ujar Wakil Walikota Dedy Wahyudi, saat diwawancarai Jumat (14/2).

Lanjut Dedy Wahyudi, kedepan kami meminta waktu satu bulan atau dua bulan kita akan tata ulang lagi pedagang di Pasar Panorama supaya betul-betul disiplin tidak ada satupun yang berjualan di luar. Nanti kita minta bantuan pada pihak Polsek dan Polres. Nanti aturan ini kita tegakkan. Meminta kepada petugan di pasar dan kebersihan buatlah suasana nyaman terutama kebersihan supaya masyarakat yang datang untuk berbelanja merasa nyaman. Setelah kami pantau langsung ke auning belum tertata maksimal terlihat ada yang parkir motor dalam auning, jelasnya.

Untuk menata pasar ini Pemkot tidak bisa bekerja sendiri. “Kami butuh beck up dari seluruh stakeholder termasuk jajaran kepolisian dan itu terkait dengan keamanan dan ketertiban mohon kerja samanya selama ini sudah bagus. Kita berharap di pasar ini benar-benar nyaman bagi pedagang maupun para membeli. Kita tidak mau pedagang tidak nyaman berjuan maupun para pembeli. Sekali lagi mengingatkan pasar ini bebas dari pungli termasuk auning yang telah dibangun. Ini adalah bukti Pemerintah Kota Bengkulu benar-benar memperhatikan rakyatnya agar masyarakat Bengkulu bahagia.”

Kepala UPTD Pasar Panorama Kota Bengkulu, Roni Bambang saat diwawancarai menyampaikan, “Jumalah auning baru ini sebanyak 136 dengan ukuran 2×2 meter. Jadi satu auning bisa ditempati satu orang dan juga bisa dua orang. Sedangkan jumlah lapak atau plakat sekitar 300 sekian lebih dengan ukuran 1×2 meter. Saat ini auning yang telah ditempati para pedagang sudah 90% artinya masih ada beberapa buah lapak masih kosong ” jelasnya.

Lanjut Roni, untuk biayanya auning dan lapak sampai saat ini gratis sesuai dengan imbauan bapak Wakil Walikota Dedy Wahyudi tidak ada pungli atau jual beli lapan di pasar ini. Kami mengimbau kepada para pedagang di Pasar Panorama jika ada preman meminta duit jangan dikasih. Adapun kendala saat ini para pedagang masih ada berjualan di pingir jalan. Artinya kesadaran para pedangan ini masih rendah, kedepan jika para pedagang ini masih ngotot berjualan d ipingir jalan sedangkan kita sudah menyiapkan auning maka tidak ada pilihan lain Pemerintah akan melakukan tindakan tegas dalam Undang-undang 03 tahun 2008 jadi akan dipidanakan selama 3 bulan dan denda lima juta,” ungkapnya.

Ia berharap kepada para pedagang yang masih berjualan di pingir jalan agar segera berjualan di tempat yang telah disediakan di dalam pasar ini jangan sampai nanti melanggar aturan. (cw1/ae3/prw).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *