Isu Corona, TKA PLTU Teluk Sepang Dilarikan ke RSMY

Featured Kesehatan

Sempat Dirujuk Klinik,  Bentuk Tim Dokter Spesialis

RBO  >>>   BENGKULU >>  Lagi, masyarakat sempat dihebohkan dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang saat ini dirawat di RSMY terkait soal virus corona. Diketahui pasien tersebut merupakan pekerja yang berada di PLTU Teluk Sepang Kota Bengkulu berinisial Mr W yang berumur 29 tahun. Kronologisnya pasien berasal dari Warga Asing ini diketahui pada bulan Januari yang lalu berangkat menuju Negara asalnya Cina untuk menghadiri perayaan imlek. Saat kembali diduga pasien ini tidak terdekteksi thermal scanner yang dimana bermula dari Lanzhou Zhongchun Airport. Kemudian berangkat menuju ke Provinsi Bengkulu pada 26 Januari yang lalu, walaupun beberapa hari pasien tidak ada indikasi demam, batuk maupun pilek. Namun setelah beberapa hari kemudian, ternyata pasien mengalami demam dengan sakit tenggorokan. Melihat hal tersebut pihak perusahaan setempat langsung melakukan tindakan untuk mengisolasi pegawainya selama 14 hari di klinik di perusahaan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur RSMY Bidang Pelayanan Medis dan Perawat, Ismir Fahri.

Dirinya mengatakan untuk kondisi saat ini pasien dinyatakan demam sudah membaik. Ia pun membenarkan perihal pasien tersebut sebelumnya dirujuk ke Klinik Perusahaan tersebut selama 14 hari.

“Sebelumnya dia ini dirujuk ke klinik juga dilakukan isolasi oleh pihak medis disana selama 14 hari karena khawatir akan virus tersebut. Saat ini kita sudah bentuk tim. Ada dari dokter spesialis dan tenaga perawatan. Kemarin sudah dipantau oleh dokter saluran, namun tidak ditemukan indikasi. Kemudian saat ini masih dalam tahap pemantauan dari dokter THT . Saat ini masih dilakukan observasi. Karena melihat pasien ini pernah melakukan perjalanan ke Cina,” terangnya kemarin Kamis (13/2).

Disampaikan oleh Ismir , pasien saat ini masih dilakukan observasi, maka belum dinyatakan suspect corona. Kendati nanti kedepan kondisi belum membaik, maka pihaknya akan mengirimkan sampel darah ke pihak Badan Penelitan dan Pengembangan Kemenkes di Jakarta. Ia pun meminta agar masyarakat dapat menjaga pola hidup sehat. Selain itu, tidak perlu khawatir. Namun tetap mewaspadai penyebaran virus ini.

“Masih observasi. Belum suspect. Untuk lamanya, tergantung kondisi pasien. Kita pantau dahulu. Saat ini masih ditangani Dokter Spesialis THT. Sekarang kondisinya tidak demam lagi. Kalau ada indikasi suspect, maka akan kita kirim sampel darahnya ke Badan Litbangkes. Namun koordinasi dahulu. Masyarakat tidak perlu takut. Karena virus ini pencegahan dengan pola sehat dan bersih,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pemda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan meskipun kasus virus corona belum ada di Indonesia, namun tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona akan terus dilakukan. Menurutnya, pencegahan akan dilakukan oleh tim terpadu dari lintas sektoral.
“Pencegahan in dilakukan oleh lintas sektoral. Pintu masuk-keluar akan terus diperketat, sampai status darurat global ini dicabut,” ungkap Herwan.

Selain itu, melalui Dinkes Provinsi juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten/ Kota untuk melakukan identifikasi dan pemantauan terhadap tenaga kerja asing di wilayahnya masing-masing. Dan segera melaporkan bila ada yang mungkin baru pulang dari negara terjangkit. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi agar penyebaran ini tidak terjadi.

“Kita sebelumnya juga kita sudah menyebarkan surat edaran agar pemda kabupaten daerah juga mengantisipasi,” imbuhnya. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *