Nilai SAKIP C, Wabup Minta OPD Lakukan Lima Poin Perbaikan  

Bengkulu Selatan Featured

RBO,MANNA – Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Bengkulu Selatan tetap C. Walaupun Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi,SE.MM melalui Wakil Bupati, H.Rifai Tajudin, S.Sos mempunyai target yang bagus, tapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan.

“Untuk SAKIP ditahun 2018 adalah C tapi saat ini masih SAKIP C, segala usaha sudah dikerahkan oleh Pak Bupati, ini juga merupakan bahan evaluasi agar tahun depan bisa mencapai SAKIP B,” kata Rifai.

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan, dimana sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan. “Penilaian SAKIP dari pemerintah pusat sudah kami terima dan nilainya masih C,” kata Wakil Bupati kepada jurnalis di Pemda Bengkulu Selatan, Jumat (14/2).

Untuk menaikkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah instrumen yang digunakan instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggujawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi. Terdiri dari berbagai komponen yg merupakan suatu kesatuan yaitu perencanaan strategi, perencanaan kinerja, Perencanaan Strategik adalah Perencanaan strategis, proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya untuk mencapai strategi ini.

“Untuk menigkatkan nilai SAKIP mulai dari rapat kerja bersama sudah kita lakukan. Hingga mengajak semua pejabat melakukan bimbingan teknis tentang SAKIP di Jakarta. Namun harapan nilai SAKIP naik ke B belum juga berhasil,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan nilai SAKIP dari C menjadi B harus memenuhi lima  indikator yang harus ditingkatkan. “Ke-5 indikator tersebut yakni Perencanaan Kerja, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja, Evaluasi Internal dan Capaian Kinerja,” kata Wakil Bupati.

Untuk semua OPD, harus mampu bekerjasama dan bekerja keras untuk mencapai SAKIP B. Untuk itu, ke depan tim perlu dibangun untuk melakulan koreksi dan evaluasi. Sehingga terus melakukan pembenahan. “Tapi kalau tahun depan kita masih diposisi nilai SAKIP  C, bukti bahwa kita tidak serius bekerja,” singkat Rifai Tajudin.(AFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *