Dewan Provinsi Ajak Bengkulu Tolak Ikuti BPJS Kesehatan

Featured Politik

Dempo Xler : Contoh Kota, Program Jempu Sakit Pulang Sehat Berhasil

RBO  >>>  BENGKULU  >>>  Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu yang juga anggota Fraksi Amanat Keadilan Dempo Xler S.IP, M.AP mengajak agar Pemerintah Provinsi Bengkulu sebaiknya menolak program layanan kesehatan nasional BPJS.

“Kami dalam rapat saat Kongres PAN beberapa waktu lalu, seluruh Fraksi PAN se Indonesia itu menolak kenaikan iuran BPJS. Bila perlu negara mensubsidi secara penuh untuk layanan kesehatan masyarakat tersebut. Khusus Bengkulu, saya dari Fraksi PAN Bengkulu menolak BPJS. Bila perlu di Bengkulu ini pemerintah hapus BPJS,”ungkap Dempo, Jumat (21/2).

Menurut politisi PAN ini, belajar dari daerah lain seperti di Lahat, itu mereka bisa menolak serta tidak mengikuti program layanan kesehatan BPJS itu. “Kota Lahat kok bisa tanpa BPJS. Kalau bagaimana tekhnis mekanisme pemerintah daerah menanggulangi untuk layanan jaminan kesehatan itu nanti, silakan dicari metodenya. Dulu kan kita ada yang namanya Jamkesprov, yang langsung dikelola lewat APBD dan rumah sakit daerah kita, tanpa ada pihak ketiga BPJS. Kenapa kita mengusulkan demikian? Karena BPJS ini rakyat belum bayar gak bisa berobat, sudah bayar pun masih ditanya lagi kalau lambat. Sebab kalau lambat, pihak rumah sakit akan bertanya. Kenapa lambat bayar? Ternyata BPJS nya yang lambat membayar ke rumah sakit. Jadi kan ini seperti lingkaran setan. Lebih baik gak usah pakai BPJS. Lalu bagaimana solusinya? Iuran pemerintah menanggulangi masyarakat melalui APBD dengan bekerjasama dengan rumah sakit setempat,” tegas Dempo.

Palembang pernah ada namanya jaminan kesehatan semesta. Bengkulu juga dulu pernah ada Jamkesprov. “Silakan masyarakat bersama pemerintah daerah mencari regulasinya nanti. Misalnya seperti di Kota Bengkulu, itu ada program Jemput Sakit Pulang Sehat (JSPS) swadaya masyarakat bisa. Masyarakat patungan, bahkan bisa melebihi BPJS kemampuan menanggulangi kesehatan itu. Saya beberapa kali melakukan advokasi terhadap warga masyarakat Kota Bengkulu dengan program JSPS dan berhasil. Dan ketika kami reses minggu lalu, itu hampir seluruh masyarakat mengeluhkan soal BPJS,” pungkas Dempo. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *