ILMU SIRKUS dan Kiat Mengumpulkan Zakat

Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi Sosial & Budaya

Oleh: Junaidi Hamsyah (UJH)

           Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, padatiap-tiapbulirseratusbiji.Allah melipatgandakan (ganjaran) bagisiapa yang Diakehendaki.Dan Allah MahaLuas (karunia-Nya) lagiMahaMengetahui.( Al Baqarah 261)

                Dahulu, ketika para orang tua kita ke kebun atau berencana membuka hutan untuk berkebun dan dalam perjalanan menjelajahi hutan menempuh puluhan kilometer tersebut tiba-tiba bertemu dengan bekas telapak kaki harimau. Seketika itu juga hatinya ciut, lututnya gemetar, mulut terkatup, keringat bercucuran deras. Ketakutan yang luar biasa. Padahal hanya melihat bekas telapak kaki si raja hutan.

            Demikian juga dengan para pecinta alam, pendaki gunung. Hanya saja barangkali baik orang tua kita atau para pecinta alam sudah dibekali dengan ilmu seadanya minimal menyelamatkan diri dulu dari ancaman harimau yang mungkin tidak begitu jauh dari bekas telapak kakinya. Dan Menurut ahli harimau dari berbagai sumber, harimau secara alami akan memburu mangsanya dalam suatu rantai makanan di alam dan manusia tidak termasuk dalam rantai makanan alami bagi harimau. Jadi tak perlulah ketakutan berlebihan.

            Pengecualian, jika harimau dalam keadaan terancam manusia, habitatnya rusak, atau sedang sakit. Dalam keadaan begini bisa saja manusia jadi mangsa harimau. Tapi ini sangat jarang kejadian, malah lebih banyak harimau jadi korban perburuan manusia.

            Solusi pertama jika berhadapan dengan harimau, maka mundur perlahan adalah pilihan bijaksana. Mundur pelan-pelan, bukan balik badan lalu berlari. Berlari akan mengecoh harimau mengira manusia yang lari tersebut adalah mangsanya.

            Sebagaimana kita ketahui bahwa harimau adalah binatang buas dan menakutkan ternyata bisa menjadi permainan yang mengasyikan jika ditampilkan dalam permainan sirkus. Sering kita lihat, pelatihnya bukan saja berani memerintah Harimau tapi ada perempuan dan anak-anak yang berani naik ke punggung harimau. Bermain dan bercanda. Ternyata Harimau binatang yang asyik dan menyenangkan jika diajak bermain.

            Mengapa bisa demikian? Tentu karena dilatih, diarahkan dengan baik dan itu mungkin berlangsung berminggu-minggu, berbulan bahkan bertahun. Artinya binatang yang ganas dan menakutkan pun kalau dilatih dengan penuh kasih sayang dia akan menurut bahkan menghamba dengan pelatihnya.

            Sebaliknya binatang kecil semisal semut. Bila kita rusak sarangnya dia akan menyerang minimal menggigit kita. Semut yang kita injak akan melawan dan menggigit siapa yang menginjaknya. Itulah tabiat binatang secara umum.

            Apa kaitannya dengan zakat?. Sadar atau tidak selama ini kita lebih senang dan lebih banyak menceritakan dail-dalil ancaman bagi yang enggan berzakat. Padahal terlalu banyak dalil-dalil lain yang indah bila dikaitkan dengan zakat.

            Menarik zakat dari orang yang belum mengetahui tentang zakat akan menjadi bumerang. Muzakkinya marah, tersinggung dan zakat tidak dia keluarkan. Akan tetapi bila berhadapan dengan dalil-dalil yang indah tentang zakat. Minimal dia tersenyum walaupun belum membayar zakat tetapi setidaknya pencerahan awal sudah kita sampaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ».

“Sesungguhnya di surgaterdapatkamar yang luarnyadapatterlihatdaridalamnyadandalamnyadapatterlihatdariluarnya.”Kemudianadaseorangbaduiberdirilantasbertanya, “Kepadasiapa (kamartersebut) wahaiRasulullah?”Beliaubersabda, “Bagi orang yang berkatabaik, memberimakan (di antaranyalewat zakat, pen), rajinberpuasa, shalatkarena Allah di malam hari di saatmanusiasedangterlelaptidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albanimengatakanbahwahaditsinihasan).Setiapkitatentusajainginmasuksurga.

Allah berfirman:

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

“Dan Sesungguhnya Allah telahmengambilPerjanjian (dari) BaniIsraildantelah Kami angkatdiantaramereka orang pemimpindan Allah berfirman: “Sesungguhnyaakubesertakamu, Sesungguhnyajikakamumendirikanshalatdanmenunaikan zakat sertaberimankepadarasul-rasul-Ku dankamu bantu merekadankamupinjamkankepada Allah pinjaman yang baikSesungguhnyaakuakanmenutupidosa-dosamu. danSesungguhnyakamuakanKumasukkankedalamsurga yang mengalir air didalamnyasungai-sungai. MakaBarangsiapa yang kafir di antaramusesudahitu, Sesungguhnyaiatelahtersesatdarijalan yang lurus.” (QS. Al-Ma’iddah: 12)

            Maka dengan dalil yang sedemikian indah tersebut kita tarik zakat dari para muzakki atau muzakki dengan keikhlasannya akan menunaikan zakatnya. Sebab, para petinggi negeri mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi bahkan sampai ke istana negara belum tentu pernah mendengar akan keindahan bagi orang yang yang berzakat. Mereka mungkin pendidikannya dari dasar sampai perguruan tinggi semuanya umum. Dan bisa jadi tidak ada waktu buat membaca terkait materi zakat.

            Selanjutnya, jarang kita ekspos siapa petinggi negeri yang membayar zakat. Agar diketahui oleh rakyatnya. Dan ini bukan riya karena bukan muzakki yang meng ekpos melainkan lembaga amil zakat semisal BAZNAS. Tujuannya agar rakyatnya tau bahwa pemimpin mereka selalu membayarkan zakat-zakatnya sebagai bentuk kewajiban kepada Allah dan tauladan bagi rakyat.

            Barangkali cara bijak seperti ini salah satu dari sekian banyak cara kita untuk menarik zakat dari tangan para muzakki. Termasuk para mubaligh kita tidak terlalu cepat mengeluarkan ayat ancaman terhadap para muzakki. Sebab, meskipun keduanya adalah adalah dari Allah. Dalil janji akan keindahan bagi yang membayar zakat dan dalil ancaman bagi yang enggan berzakat. Yakinlah suasana hati akan berbeda rasanya saat mendapat pencerahan dari ahlimya justru dengan menukilkan dalil-dalil yang indah.

            Sebagaimana judul yang kita bahas yakni ilmu sirkus. Bahwanya segala akan mudah dan terasa asyik butuh kasih sayang pada sesama, latihan, memulai dari yang gampang. Tidak masalah jika tidak total dia menzakatkan hartanya tetapi ketika seseorang berani memulai membayar zakat dengan dalil yang indah dan itu pasti akan menumbuhkan kesadaran pada yang bersangkutan akan total membayar zakatnya.

            Berzakat bukan hanya bertujuan untuk menunaikan perintah agama semata akan tetapi lebih dari itu merupakan bentuk dan sisi lain dari wajah agama yang berdimensi sosial. Dengan berzakat memberikan gambaran tentang agama dan pribadi pemeluknya bahwa ketaatan kepada Allah swt dapat diraih dengan berbagai macam cara dan mengimplementasikan ajaran agama. Melaksanakan kewajiban berzakat dengan tertib dan rutin akan memberikan kesan dan manfaat bagi agama islam, bahwa untuk menjadi seorang muslim yang sholeh tidak hanya diraih orang yang selalu melakukan ibadah di masjid dan musholla. Dalam islam, ada banyak dimensi ajaran yang memberikan ruang bagi pemeluknya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Islam mengajarkan bahwa semakin tinggi spiritualitas seseorang, maka akan semakin besar rasa simpati dan empatinya bagi sesamanya.

            Tentu ini butuh skil dan tidak mengenal jemu. Sebagaimana sales memperkenalkan barang jualannya kepada semua orang. Jika pandai dia menghipnotis dengan daya ucapnya membuat orang tertarik membeli maka barang yang dia promosikan akan laku dan bahkanmungkin habis terjual namun jika sales tidak mempunyai ilmu marketing yang memadai. Jangankan membeli menawar pun masyarakat merasa enggan. Semoga bermanfaat. (USTAD JUNAIDI HAMSYAH, M.PD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *