Rakerda Banggakencana Bisa Buat Bengkulu Seperti Singapura

Featured Peristiwa

RBO   >>>   BENGKULU   >>>   BKKBN Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana). Dalam Rakerda tersebut, Plt Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu dan Sekda Provinsi Bengkulu, Drs. Hamka Sabri, M.Si meminta agar semua mitra bekerjasama untuk menjalankan program Banggakecana.

“Sesuai dengan tagline BKKBN yang baru, jika terencana, semua akan lebih mudah. Kita bisa saja jadikan negara Singapura sebagai contoh. Dimana negara ini dulu yang pernah ditukar dengan Bengkulu pada zaman penjajahan. Kita ikut mereka, teratur, tertata dan terencana dengan baik jumlah kelahirannya, usia perkawinannya, jarak kelahirannya dll, sehingga kita dapat produktif. Sehingga kita memiliki daya saing seperti dalam visi misi dan program kerja Gubernur Bengkulu, Dr. Rohidin Mersyah,” ujarnnya.

Merespon itu, Plt. Kepala BKKBN Ir Rusman Effendi, MM mengatakan tagline BKKBN yang baru, yakni Terencana Semua Lebih Mudah. Ini cara kita menyampaikan pesan kepada kaum milenial agar mudah menangkap pesan yang BKKBN ingin sampaikan. Dulu sasaran kita adalah orang tua. Sekarang sudah tidak lagi.

Kita sudah tahu bahwa ada hal yang harus dipenuhi dalam rangka pengaturan kelahiran. Tercana itu lebih baik dengan tidak menikah di usia muda. Usia menikah paling tinggi 35 tahun. Jarak kelahiran diharapakan satu keluarga hanya ada satu Balita. Sehingga dengan terencana seperti itu saja masuk logika. Dengan terencana semuanya lebih baik dan mudah.

Rapat Kerja Daerah Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana merupakan forum komitmen dan kesepakatan bersama antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Stakeholder dan mitra kerja dalam mengevaluasi pelaksanaan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga(KKBPK) selama satu tahun terakhir. Di samping itu Rakerda dikaji sebagai dasar merancang program dan kegiatan strategis Banggakencana dalam tahun berjalan yang diselaraskan kepada sasaran target tahun pertama RPJMN 2020-2024 dan Renstra 2020-2024.

Mencapai sasaran strategis 2020-2024 tersebut, maka pada tahun 2020 sasaran yang harus dicapai sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) 2020-2024 yang kemudian dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020 telah menetapkan berbagai sasaran, sasaran yang harus dicapai sesuai dengan kontrak kinerja provinsi 2020 antara lain : Angka kelahiran total (TFR) per WUS (15-49 tahun) sebesar 2,24, persentase pemakaian kontrasepsi modern (modern contraceptive prevalence rate/ mCPR) 65,09. Persentase kebutuhan ber KB yang tidak terpenuhi (unmet need) 7,17, Angka kelahiran remaja umur 15-19 tahun (ASFR 15-19) 38,00, Indeks Pembangunan Keluarga (IPK) 51,11, Usia kawin pertama perempuan umur 25-49 tahun (MUKP) 20,90.

Dalam upaya untuk memastikan bahwa seluruh arah dan kebijakan serta strategi yang disusun dapat terlaksana dengan terarah, efektif dan efisien guna pencapaian target/ sasaran Renstra BKKBN 2020 -2024. (ae2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *