Gadai SK Kades dan Perangkat Desa Bisa Cair Rp 25- 75 Juta

Featured Seluma

RBO, SELUMA – Saat ini kades dan perangkat desa di Kabupaten Seluma bisa tertawa lebar, soalnya SK  mereka bisa digadaikan di Bank Bengkulu dan bisa mengajukan pinjaman dari Rp 25 sampai Rp 75 juta. Hal ini terwujud setelah adanya MOU PT Bank Bengkulu dengan Asosiasi Perangkat Desa (PPDI), Kades dan pemerintah daerah di Gedung Balai Adat Seluma, Kamis (4/3).

Melalui kerja sama ini, Bank Bengkulu akan menyiapkan paket layanan perbankan bagi anggota APDESI atau PPDI yang merupakan kumpulan aparat desa dengan potensi nasabah lebih dari 1.500 orang. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank Bengkulu dengan dengan aparat desa se – Kabupaten Seluma pada Kamis (5/3/2020) di Gedung Balai Adat Serasan Seijoan Seluma.

Hadir pada kesempatan ini Bupati Seluma Bundra Jaya, Direktur Utama Bank Bengkulu, Agus Salim, Direktur Pemasaran Ikhwanul Okti, KCP Bank Bengkulu Yulizar, unsur Forkopimda Kabupaten Seluma, serta seluruh aparat desa sekabupaten Seluma.

Direktur Utama Bank Bengkulu Agus Salim mengungkapkan, dengan kerja sama ini, akan memperoleh kemudahan, dalam mendapatkan berbagai layanan seperti pembukaan rekening kepada seluruh perangkat desa. “Kita pastikan membuka kemudahan, Perangkat Desa dan kades bisa mengajukan pinjaman atau menyertakan modal usaha Bumdes ke Bank Bengkulu,” sampai Direktur Utama Bank Bengkulu, H. Agus Salim.

Agus Salim juga menyampaikan Bank Bengkulu merupakan satu-satunya BUMD di Provinsi Bengkulu yang bisa memberikan kontribusi berupa pendapatan asli daerah, sesuai saham masing-masing Kabupaten/Kota. Saat ini, Bank Bengkulu memiliki total ada 172 unit jaringan kantor, yang terdiri dari 1 unit kantor pusat, 11 unit Kantor Cabang, 32 unit Kantor Cabang Pembantu, 20 unit Kantor Kas, 3 unit Payment Point, 2 unit Kas Keliling, dan 103 unit ATM.

Aset Bank Bengkulu terus meningkat setiap tahunnya, dan diakhir 2019 lalu asetnya mencapai Rp 6,7 Triliun, sedangan saham pihak kedua mencapai Rp 5,2 Triliun dan kini telah memberikan kredit produktif mencapai Rp 5,08 Miliar. Dari sisi laba. Diakui Dirut Bank Bengkulu ada peningkatan di akhir 2019 lalu sebesar Rp 118 Miliar, dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 76 Miliar.

Sementara itu, Bupati Seluma Bundra Jaya dalam sambutannya menyambut positif upaya Bank Bengkulu dalam membantu aparatur desa dalam segi finansial.

” Mari bersama membesarkan Bank Bengkulu. Khusus kades dan perangkat desa supaya ikut andil untuk bersama-sama membesarkan Bank Bengkulu. Bank Bengkulu milik kita semua, milik orang Bengkulu,” sampai Bundra Jaya.

Terpisah, Kepala PPDI Kabupaten Seluma, Herwan Mezi sangat merespon positif adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini, agar SK perangkat desa dapat menjadi jaminan di Bank Bengkulu untuk menunjang modal usaha bagi perangkat desa. Selain itu, pihaknya juga tertarik dengan adanya penanaman saham dengan melibatkan seluruh Bumdes, karena harga saham seri B hanya ditawarkan  Rp 4 juta per lembarnya. ”Kami sangat mengapresiasi adanya MOU ini, sehingga SK kami bisa dijaminkan Bank Bengkulu,” sampainya. (0ne)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *