Anggota Dewan PKS, Rela Potong Gaji untuk Pengadaan Hand Sanitizer, Masker dan Disinfektan

Featured Kesehatan Pemda Provinsi Politik

RBO, BENGKULU – DPW PKS Provinsi Bengkulu mengambil langkah kongkrit untuk membantu masyarakat dan pemerintah mengatasi dampak corona. Seperti yang dilakukan Anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se Provinsi Bengkulu, mereka rela dan ikhlas memotong gajinya untuk membantu penanganan Corona. Semua anggota DPRD Se Provinsi Bengkulu dari Partai Keadilan sejahtera (PKS) menyisihkan gaji mereka untuk pengadaan masker, hand sanitizer, disinfektan dan lainnya untuk nantinya diserahkan kepada lembaga kesehatan guna penanganan Covid-19 juga penyemprotan dan edukasi di tempat ibadah, dan fasilitas umum.

“Pemotongan gaji ini adalah bentuk kepedulian PKS terhadap musibah yang sedang terjadi, khususnya di Provinsi Bengkulu. Kita ada tiga anggota dewan Provinsi Bengkulu dan 12 dewan PKS di DPRD kabupaten/kota. PKS mendesak Pemerintah Provinsi Bengkulu dan kabupaten/kota agar melakukan perubahan APBD dalam penyediaan anggaran untuk antisipasi dan penanggulangan wabah Covid-19 serta memenuhi kebutuhan APD bagi tenaga medis di berbagai rumah sakit. Dalam keterbatasan yang ada kita tunjukkan secara kolektif bisa membantu yang bisa kita bantu bersama komponen masyarakat lainnya yang juga luar biasa dalam membangun solidaritas menghadapi wabah corona ini,” ungkap Ketua DPW PKS Provinsi Bengkulu, H. Sujono SP, M.Si, Kamis (26/3).

Sujono menegaskan, para tenaga medis hari ini adalah pahlawan rakyat Indonesia dalam menangani wabah corona. Sujono mengapresiasi mereka yang bekerja siang dan malam. Bahkan tak kenal henti dengan risiko yang tinggi. “Semoga Allah melindungi mereka dan memuliakan mereka. Kita yang di luar berusaha mensupport mereka dengan membantu pemenuhan APD semaksimal yang bisa kita usahakan melalui donasi potong gaji sebagai wakil rakyat,” katanya.

Terpisah, Sekretaris DPW PKS Bengkulu yang juga sebagai Wakil Ketua di DPRD Kota Bengkulu, Alamsyah M.TPd menambahkan bahwa pemotongan gaji ini adalah bentuk dari solidaritas rasa peduli mereka kepada masyarakat terhadap musibah non alam wabah virus covid-19 (Corona). “Kepedulian PKS ini bukan hanya pada musibah Corona, tetapi sudah lama kita lakukan di setiap ada musibah atau bencana PKS selalu hadir bersama masyarakat,” tambah Alamsyah. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *