Kapal Sumber Mitra Kencana 1 Jakarta, Mendarat Darurat di Pantai Pasar Bawah

Bengkulu Selatan Featured

Petugas Larang ABK dan Nelayan Mendekat

RBO, MANNA – Mendengar kabar dari masyarakat, Pol Airud Bengkulu Selatan langsung turun kelapangan untuk mengecek kebenaran adanya kapal yang mendarat di Perairan Pantai Pasar Bawah. Setelah dicek bersama anggota, ternyata benar ada Kapal Sumber Mitra Kencana (SMK) 1 Jakarta mendarat di Pantai Pasar Bawah dan mengalami kerusakan mesin.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP. Deddy Nata, SIK melalui Kasat Pol Airud Bengkulu Selatan, IPTU. Solihin membenarkan jika kapal tersebut mengalami kerusakan mesin saja dan setelah selesai mereka akan melanjutkan perjalanan. “Benar ada kapal mendarat darurat karena ada kerusakan mesin,” ujar dia.

Sementara itu Camat Kota Manna, Mimi Herawati, S.Pd, M.Si, Kepala Unit Basarnas Bengkulu Selatan, Suarlin Dani dan pihak Puskesmas diturunkan kelokasi untuk melakukan pengecekan. “Saat ini kita sudah berkoordinasi dengan Kapten kapal tersebut, tidak ada Anak Buah Kapal(ABK) yang boleh turun dari kapal kedarat, kalaupun nantinya ada kendala yang ingin dibutuhkan bisa langsung berhubungan dengan pihak Pol Airud untuk membantu,”kata Solihin, Kamis (26/03).

Pol Airud sudah langsung mengecek bahwa yang dibawa tersebut adalah CPO minyak kelapa sawit dari pelabuhan Pulaubaai dengan tujuan Jakarta. Bagi nelayan yang ada disekitar Pantai Pasar bawah tidak ada yang boleh mendekat dan pihak kapal harus melarang nelayan untuk naik keatas kapal.

Camat Pasar Manna, Mimi Herawati, S.Pd.M.Si mengatakan ada salah satu nelayan yang sempat menaiki kapal tersebut dan sudah diinstruksikan untuk mendarat dan dilakukan penyemprotan dengan cairan Desinfektan. “Dari laporan yang kami terima, kapal tersebut 20 orang ABK dan mengalami kerusakan mesin, sehingga mereka meminta izin untuk memperbaikinya sebelum melanjutkan perjalan,” ujar Mimi.

Kapal tersebut mengalami kerusakan pada pukul 08.00 WIB dan setelah berkoordinasi, mereka mengatakan bahwa perbaikan ini akan selesai kurang lebih satu jam. Tindakan yang dilakukan ini hanya untuk mengantisifasi apakah ada hal -hal yang tidak dinginkan apalagi saat ini sudah maraknya peneyebaran virus corona.(afa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *