Tidak Bayar Pajak 16 T-Banner Ditertibkan

Featured Kepahiang

RBO, KEPAHIANG – Personil Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kepahiang menertibkan T-Banner dan Reklame yang tidak membayar pajak. Dalam penertiban tersebut mereka mengamankan setidaknya 16 unit T-Banner yang sudah terpasang dan tidak membayar kewajiban pajak. Hingga saat ini spanduk hasil penertiban tersebut masih diamankan di BKD Kepahiang.

Kepala BKD Kepahiang, Damsi, S.Sos melalui Kabid PAD, Amrullah Muttaqin mengatakan, berdasarkan perintah pimpinannya sejumlah T-Banner atau spanduk yang sudah terpasang dan tidak membayar yang ditertibkan yaitu yang berada di kawasan depan Polsek Ujan Mas, di depan SMAN 1 Merigi, Desa Bumi Sari, di Desa Kelobak, Dusun Kepahiang dan di Pasar Kepahiang. “Total keseluruhan ada 16 titik T-Banner yang sudah kita tertibkan,” terangnya.

Sambungnya, T-Banner yang ditertibkan ini diamankan terlebih dahulu, jika dalam tempo satu minggu ini tidak ada niat baik dari pemilik T-Banner untuk membayar pajaknya. Maka sapnduk tersebut tetap diamankan hingga mereka mau membayar pajaknya. “Kita harap pemilik Banner tersebut datang dan membayar kewajibannya yaitu pajak. Karena dari T-Banner yang kita tertibkan ini pajaknya sekitar Rp 4.788.000,” imbuhnya.

Dijelaskan Amrullah, seharusnya sebelum melakukan pemasangan pemilik Banner tersebut harus membayar pajak terlebih dahulu. Setelah membayar pajak dan pengurusan adminitrasi lainnya, barulah Banner dipasang. Namun, T-Banner yang ditertibkan ini mereka masang dulu, dan sampai saat ini belum datang membayar pajak. “Salah satu sumber PAD ada dari pajak T-Banner dan Reklame. Jadi, dalam hal ini kita harus bertindak dengan tegas, sehingga target PAD dari T-Banner dan Reklame tahun 2020 ini mencapai terget yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Ditambahkan, adapun target PAD dari T-Banner dan Reklame tahun 2020 ini sebesar Rp 100.080.000 hingga Maret 2020 ini sudah terealisasi senilai Rp 25.255.000. Ia berharap target PAD dari reklame tahun 2020 ini mencapai target sama seperti tahun sebelumnya. “Kalau tahun 2019 lalu kita over target. Dari target yang ditetapkan senilai Rp 76. 985.000 realisasinya mencapai Rp 110.136.000,” demikian Amrullah.(ide)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *