Fomak Siap Berkontribusi Cegah Covid-19

Featured Kepahiang

RBO, KEPAHIANG – Perwakilan Forum Mahasiswa Kepahiang (Fomak) mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepahiang, kedatangannya menyatakan siap untuk menjadi relawan dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Kabupaten Kepahiang. Meraka bersedia membantu Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kepahiang dalam melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

Wakil Ketua (Waka) I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra, M.Si yang menyambut langsung kedatangan perwakilan Fomak tersebut mengatakan, pihaknya sebagai wakil rakat sangat mengapresiasi niat baik Fomak ini. “Selain bersedia menjadi relawan. Mereka juga menyampaikan masukan untuk tim gugus tugas penanganan Covid-19 agar menyediakan tempat cuci tangan di kawasan pasar Kepahiang,” ungkapnya.

Selain dari itu lanjut Aan, mereka dari Fomak ini juga minta kepada tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 agar memperketat pengawasan disetiap perbatasan. Usulan dan ketersediaan menjadi relawan dari Fomak ini akan segera disampaikan ke Pemkab Kepahiang. “Terkait dengan permintaan mereka untuk menjadi relawan terutama di pos-pos perbatasan itu bisa saja. Mungkin untuk hal yang lebih spesifik dengan Covid-19 mungkin tidak, itukan harus dilakukan oleh petugas medis. Tetapi untuk penanggulangan yang lain Pemkab Kepahiang harus bisa memberikan perhatian kepada Fomak ini,” demikian Anan.

Sementara itu ketua Fomak, Sandes Saputra mengatakan, sejauh ini sudah ada sekitar 15 anggota dari Fomak yang siap menjadi relawan dalam upaya pencegahan Covid-19 ini. Bahkan mereka bersedia ditugaskan dimana saja, baik itu diperbatasan maupun di posko-posko penanganan yang ada di Kabupaten Kepahiang ini. “Sampai hari ini yang sudah pasti siap menjadi relawan dalam pencegahan Covid-19 ini kurang lebih 15 orang yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Kami siap dalam berbagai bentuk, baik itu penyemprotan disinfektan, penjagaan pos perbatasan, pembagian masker atau pun upaya kegiatan pencegahan lainnya,” terang Sandes.

Terkait dengan banyaknya jumlah pemudik ke Kabupaten Kepahiang saat ini, ia berharap kepada tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, agar memperketat penjagaan di Pos perbatasan. Terutama di perbatasan Kabupaten Kepahiang dengan Kabupaten Empat Lawang. “Bengkulu saat ini sudah tidak lagi zona hijau. Artinya pengawasan dan pencegahan di Provinsi Bengkulu ini harus ditingkatkan khusunya di wilayah Kabupaten Kepahiang perbatasan harus diperketat. Jika ada orang yang berasal dari daerah zona merah yang datang ke Kepahiang harus dipantau dengan baik,” demikian Sandes.(ide)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *