ORARI BS Fasilitasi Komunikasi Tiga Posko Perbatasan

Bengkulu Selatan Featured

RBO, MANNA — Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Bengkulu Selatan memfasilitasi alat komunikasi di tiga titik posko perbatasan untuk mempermudah komunikasi antar pos.

Ketua ORARI Bengkulu Selatan, Rekso mengungkapakan bukan hanya itu saja ORARI juga menerjunkan personil sukarelawan di setiap pos perbatasan baik di Desa Selali, Desa Sulau dan Desa Air Tenam. “Dengan bergabungnya Orari di posko ini kami hanya memberi dukungan baik itu tenaga, mauapun finansial dan juga mempermudah komunikasi kepada petugas dari instansi pemerintah terkait (Satpol PP, Dishub dan kesehatan) serta TNI, POLRI guna mencegah masuknya virus corona ke Bengkulu Selatan,” kata Rabu(01/04) di Posko dua Desa Sulau, Kecamatan Kedurang Ilir.

Adapun alat Perangkat komunikasi (radio-red) sudah dipasang di semua posko perbatasan dengan menerjunkan anggota yang selalu standbay untuk membantu mengoprasikannya untuk memperlancar komunikasi. Sekedar diketahui saja, bawah Radio Pancar Ulang(RPU) Kabupaten Bengkulu Selatan bekerja pada frekwensi 146.150+60 dan bagi kawan kawan -kawan lain yang ingin menjadi sukarelawan silahkan untuk bergabung guna bekerjasama memberantas virus coprona. “Untuk memperlancar komunikasi tim bentukan pemerintah daerah yang kini telah siaga di lapangan, kami berharap seluruh anggota Orari Bengkulu Selatan bisa berperan aktif sesuai jadwal piket yang telah ditentukan agar terjalain komunikasi yang baik,” ujar Rekso.

Melihat keseriusan tim ORARI untuk mencegah penyebaran virus corona ini, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan, Mulyadi, SE. MM mengapresiasi langkah yang diambil ORARI Bengkulu Selatan. “Saya kagum dengan Tim ORARI apalagi dengan alat komunikasi ini pemerintah terbantu untuk saling berkomunikasi, khusus di daearah Desa Air Tenam Kecamatan Ulu Manna yang merupakan daerah blanks spot atau titik tidak mempunyai akses sinyal seluler (HP),” ucap Gusnan.

Bupati Bengkulu Selatan juga berharap kepada seluruh masyarakat Bengkulu Selatan, baik swasta, perbankan dan masyarakat umum untuk bahu-membahu melawan dan melakukan pencegahan penyebaran virus corona. “Kita bekerjasama memikul beban yang sedang melanda Indonesia terkhusus di Provinsi Bengkulu. Semoga virus itu tidak masuk ke Bengkulu Selatan,” singkat Gusnan. (afa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *