Dewan Desak Gub Adakan Alat Uji SWAB Covid-19

Featured Kesehatan Pemda Provinsi

Edison Simbolon: Lama Kalau Nunggu Dari Lab Palembang

RBO, BENGKULU –Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu mendesak Gubernur Bengkulu Dr H. Rohidin Mersyah segera mengadakan alat uji SWAB untuk mengetahui seseorang itu positif Covid-19 atau tidak. Kalau nunggu hasil Lab Palembang atau Jakarta, terlalu lama.

“Jadi dari hasil koordinasi kita dengan pihak RSMY, itu kita memang belum punya alat untuk uji SWAB dahak bagi ODP maupun PDP. Kita harus mengirimkan sampel untuk uji SWAB itu ke balai besar laboratorium Palembang. Dan cukup memakan waktu sampai satu dua hari, sementara ada yang PDP itu sudah meninggal dan kepastian Covid-19 atau tidak masih harus menunggu dari Lab Palembang. Ini tentu kita sayangkan, kenapa kok, kita di Bengkulu ini tidak mengadakan saja alat tersebut agar kita bisa segera cepat mengetahui apakah orang itu positif atau tidak Covid-19. Sementara kalau hanya Rapid Test itu masih belum dapat begitu dipastikan hasilnya,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu H. Edison Simbolon S.Sos, M.Si saat konfrensi pers di teras Gedung DPRD dengan ditemani anggota Fraksi NasDem Tantawi Dali S.Sos, MM, Senin (6/4).

Selain itu, dari informasi yang mereka terima lanjut Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu tersebut, untuk Alat Pelindung Diri (APD) bagi tim medis juga masih minim. “Jadi ini yang menurut kami penting dan harus kita persiapkan, seperti Masker, pakaian Hamzat dan yang lainnya,” terang Edison.

Kemudian guna mencegah penyebaran Covid-19 ini di Bengkulu, Edison juga meminta pemerintah tegas dalam memberikan instruksi agar masyarakat patuhi. “Pemerintah harus tegas, mulai dari Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Lurah, Kades hingga Ketua RT dan RW hendaknya betul-betul dapat ikut mengawasi masyarakat di lingkungannya, jika baru datang warga itu harus diisolasi terlebih dahulu selama 14 hari di rumah. Kemudian jika ada warga yang sakit segera laporkan dan koordinasi dengan pihak puskesmas atau tim Gugus Tuga Covid-19 supaya penyebarannya dapat diputus. Sekarang kita gak usah mikir soal biaya, gak usah hitung-hitungan lagi, kita harus menyelamatkan nyawa masyarakat dan yang paling penting masyarakat kita sehat,” pungkas Edison. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *