Hasil Rapid Tes, Dua PDP di RSUD Mukomuko Negatif

Featured Mukomuko

RBO, MUKOMUKO – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko, dr. Tugur Anjastiko membenarkan saat ini, timnya sedang merawat dua orang pasien dalam pengawasan atau PDP covid-19.

Dua orang PDP tersebut memiliki riwayat perjalanan dari daerah wilayah terjangkit virus corona. Dan keduanya mengalami gejala ringan. “Kalau tidak salah saya, satu orang dari Medan dan satunya lagi dari Jawa. Kalau gejalanya, batuk, pilek dan demam. Cuma gejala ringan,” jelas Tugur dalam keteranganya saat dikonfirmasi jurnalis, kemarin.

Kata Tugur, pihaknya telah melakukan rapid tes terhadap kedua PDP tersebut dan hasilnya negatif. “Kalau rapid tes sudah. Hasilnya sudah keluar dan negatif,” ungkap Tugur.

Meskipun sudah dilakukan rapid tes dan hasilnya negative, kedua PDP itu tetap akan dilakukan tes swab tenggorokan atau tes lendir tenggorokan. Kata Tugur, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait dengan swab tenggorokan ini.

“Karena Dinkes yang akan mengirim sample swab tenggorokan dua PDP nanti. Hasilnya tentu kita masih menunggu,” demikian Tugur.

Penting Diketahui

Penting diketahui oleh masyarakat bahwa rapid tes dan swab tenggorokan itu berbeda.

Rapid tes hanya bentuk deteksi dini bagi orang yang dicurigai terjangkit covid-19. Pasien diambil sampel darah untuk mengetahui peningkatan imun tubuh. Jika terjadi peningkatan jumlah imun, dapat dikatagorikan positif. Namun rapid tes belum dapat menjadi bahan diagnosis covid-19.

Sementara, swab tenggorokan atau hidung, hasilnya lebih akurat, dan dapat dijadikan sebagai bahan diagnosis. Sampel yang di tes berupa lendir tenggorokan atau hidung. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *