Akibat Covid-19, Wonderfull Bengkulu 2020 dan Event Pariwisata Ditunda

Featured Pariwisata Pemda Provinsi

Irsan Setiawan : Saat Ini Industri Pariwisata Daerah Anjlok

RBO, BENGKULU – Akibat wabah pandemic covid-19 saat ini, menurut Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu Irsan Setiawan SE, MM hampir seluruh program rencana untuk pengembangan daerah pariwisata di Provinsi Bengkulu ditunda. Termasuk event tabut dan yang lainnya. “Kita ini sesuai dengan edaran dari Kapolri, Presiden, Gubernur dan pihak kementerian dilarang untuk melakukan pengumpulan massa, serta terapkan social distancing guna terhindar dari virus corona. Sebab itu, kita tidak bisa menjalankan program kegiatan yang sudah disusun sebelumnya hingga wabah pandemic covid-19 ini teratasi,” ungkap Irsan Setiawan kepada jurnalis Selasa (7/4).

Padahal dalam tahun ini, lanjutnya, sekaligus menyongsong wonderfull Bengkulu 2020. Sebelumnya sudah ada beberapa event rencana kegiatan berskala nasional yang akan dilaksanakan. “Semuanya terpaksa ditunda. Sebab untuk kegiatan pariwisata ini semuanya tentu dilakukan dengan mengundang kedatangan banyak orang. Sementara kita akibat covid-19 dilarang melakukan pengumpulan massa. Bahkan untuk event kegiatan tabut yang rencananya akan dilaksanakan saat bulan Muharram nanti, itu direncanakan hanya kegiatan ritualnya saja yang dilaksanakan dan itu kalau diizinkan oleh pihak aparat kepolisian, sedangkan untuk event festivalnya mungkin tidak dilaksanakan dulu tahun ini,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu ini, dengan adanya wabah covid-19 saat ini, industry pariwisata daerah sangat terganggu. Bahkan anjlok karena sepinya pengunjung. “Dari data perhotelan itu menunjukkan penurunan pengunjung yang luar biasa, karena masyarakat lebih banyak yang berdiam diri di rumah. Sedangkan untuk program wonderfull Bengkulu 2020, kalau sekarang banyak yang mengatakan sudah gagal, sebenarnya itu salah. Kita belum gagal. Sebab, seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur, Wonderfull Bengkulu 2020 ini bukan tahun ini langsung meningkat jumlah kunjungan wisatawannya, tapi tahun 2020 ini baru merupakan kick off awalnya, dengan dibangunnya sarana dan prasarana infrastruktur penunjang jalan menuju akses destinasi objek wisata di 10 kabupaten/kota yang ada. Dan peningkatan jumlah pengunjung wisatawan itu nanti setelah tahun 2020 baru akan terlihat,” pungkas Irsan. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *