Imbas Covid-19 PAD Diprediksi Anjlok

Featured Kepahiang

RBO, KEPAHIANG – Salah satu dampak besar pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Khusus di Kabupaten Kepahiang, selama 3 bulan kedepan retribusi pasar, pajak hotel, pajak rumah makan, dan dengan adanya penutupan destinasi wisata hingga batas waktu belum bisa dipastikan. Badan Keuangan daerah (BKD) Kepahiang jika masalah Covid ini tidak bisa diatasi dengan cepat memprediksi PAD ditahun 2020 ini anjlok hingga lebih dari 50 persen.

Diungkapkan Kepala BKD Kepahiang, Damsi, S.Sos selama pandemi virus mematikan yang berasal dari Wuhan China ini tidak hanya mengancam kesehatan. Tetapi juga berimbas ke PAD Kabupaten Kepahiang. Jika bencana wabah Covid-19 yang sudah mendunia ini tidak bisa teratasi dengan cepat, PAD Kabupaten Kepahiang otomastis berkurang. “Pandemi virus ini membuat PAD kita semakin terancam. Jika tidak segera teratasi, malah ini bisa mengakibatkan PAD turun drastis,” terangnya.

Lanjutnya, target PAD Kabupaten Kepahiang tahun 2019 lalu, Rp 38.122.020.384,18. Dari besaran target tersebut, yang berhasil dicapai Pemkab Kepahiang sebesar Rp 36.278.690.193,33. Untuk tahun 2020 ini, targetnya menurun menjadi Rp 37 miliar. Dengan kondisi dan situasi seperti ini angka target tersebut akan sangat tidak mungkin dapat terpenuhi. “Jika kondisinya penyebaran virus ini masih seperti ini, bisa jadi setengah dari target ini saja mungkin sulit dicapai,” imbuh Damsi.

Dia menambahkan, sumber PAD Kabupaten Kepahiang adalah pariwisata, retribusi pasar, pajak hotel, pajak rumah makan, pekerjaan fisik, pengadaan barang dan jasa dan lain sebagainya. Jika, sektor tersebut tidak bisa berjalan dengan maksimal bagaimana mau mencapai target PAD. “Selama ini sektor-sektor itulah sebagai penyumbang PAD terbesar. Kita harap wabah Covid-19 ini cepat berlalu, sehingga semua bisa berjalan seperti biasanya,” demikian tambah Damsi.(ide).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *