Abrasi Makin Mengkhawatirkan, Masyakarat Minta Break Water

Bengkulu Tengah Featured

RBO, BENTENG – Sudah puluhan tahun proses pengikisan tanah oleh gelombang laut atau yang lebih dikenal dengan abrasi pantai terjadi di sepanjang desa pondok kelapa.
Kondisi itu membuat khawatir warga desa pondok kelapa Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah,khususnya dua RT dan terdapat lebih dari 200 kk yang terancam oleh abrasi tersebut.

Selain itu terdapat beberapa fasilitas umum yang terancam abrasi seperti jalan raya, sekolah, masjid, paud dan rumah warga yang terancam ganasnya gelombang Samudra Hindia yang dikenal ganas. Sejauh ini belum ada langkah nyata dari pemerintah terkait dengan permasalahan tersebut.

“Abrasi sudah terjadi sejak tahun 1995 dan hingga sekarang semakin parah dan mengancam pemukiman warga, tapi belum ada upacaya pencegahan abrasi,” ujar Ivan salahseorang warga yang rumahnya terancam abrasi.

Ditambahkannya, dulu jarak antara pantai dengan rumah warga masih lumayan jauh lebih dari 500 M, sekarang pantai sudah semakin dekat, jika laut sedang pasang maka air akan sampai kedapur warga yang rumahnya tak kurang dari 5 meter dari pantai.

Ivan berharap pemeritah secepatnya mengambil tindakan untuk mengatasi masalah abrasi tersebut, menurutnya cara yang paling cepat dan tepat serta di harapkan warga adalah dengan dibuatnya tanggul penahan gelombang sepanjang muara dan garis pantai atau break water agar warga tidak was-was terhadap ancaman abrasi tersebut yang hingga kini terus berlangsung.

Terkait dengan usulan relokasi, warga cukup keberatan apalagi disana sudah banyak fasilitas umum serta warga sudah puluhan tahun tinggal di dusun tersebut.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Benteng Samsul Bahri mengatakan, pihaknya Rabu (8/4) kemarin sudah melakukan sidak ke lokasi yang terkena abrasi.

“Kewenangan penanganan abrasi itu ada di Balai Sumber Daya Air Provinsi Bengkulu, sudah kita sampaikan. Termasuk permintaan warga setempat yang meminta abrasi tersebut ditanggulangi sementara dengan memasang pasir berisi karung dipinggir pantai untuk menghambat abrasi, itu sudah kita sampaikan ke BPBD Provinsi Bengkulu,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *