Tambo Marga VII Pucukan Bengkulu Selatan (4)

Bengkulu Selatan Featured

Atur Langkah dan Strategi Hadapi Musuh

MARGA VII Putjukan (Pucukan-red) merupakan salah satu marga yang ada di Bengkulu Selatan. Untuk mengetahui sejarah Marga VII Pucukan ini, istirahat di rumah saja sebentar , lalu baca terus tambo bagian keempat dari 13 tulisan yang ditulis wartawan RADAR BENGKULU berikut ini.

AZMALIAR ZAROS – Manna, Bengkulu Selatan

Ternyata, persiapan yang mereka lakukan ini betul-betul dilakukan secara cermat dan matang. Sebab, mereka tak ingin kalah dalam peperangan itu. Masing-masing kelompok itu dilengkapi dengan senjata perang masing-masing. Mereka juga ada ketua setiap kelompok.

Pucukan atau pasukan pertama ini dipimpin oleh Puyang Sakti. Pasukan ini bersenjatakan keris dan gada. Pucuk senjata inilah yang dinamai pucukan. Jadi Marga VII Pucukan itu artinya adalah Marga yang dilengkapi tujuh persenjataan.

Pasukan kedua dikepalai oleh Puyang Idara Sakti. Ia juga bersenjata. Senjata yang dipersiapkannya adalah pedang dan membawa tameng untuk pelindung diri. Pucukan (Pasukan) ketiga ini dikepalai oleh Puyang Kebal dan Singa Rugung. Ia membawa peralatan senjata tajam berupa kujur.

Pucukan (Pasukan) yang keempat dipimpin oleh Puyang Werwang. Ia juga dilengkapi dengan persenjataan. Senjata yang dipersiapkannya adalah berupa siwar.

Pucukan (Pasukan) kelima dikepalai oleh Puyang Alim Poro, Minak Singo Pati dan Minak Bolo-Bolo. Ia bersenjatakan djombia dan memegang perisai tiap-tiap tangan.

Pucukan keenam dikepalai oleh Raden Pekunu dan Raden Kuning. Ia dilengkapi dengan persenjataan berupa kujur, pedang, keris dan lain-lain sebagainya menjadi balatentara tambahan.

Sedangkan pucukan ketujuh dikepalai oleh Puyang Ambin Wani . Ia ini bertugas khusus dengan perbekalan makanan perang dan siap pula jika perlu untuk perang.

Berdasarkan dari pucukan (Pasukan) senjata yang mereka gunakan dari tujuh kelompok ini, maka sudah dapat disimpulkan bahwa asal usul dinamakan Marga VII Pucukan itu adalah adalah tujuh pasukan (Pucukan) yang melindungi dan mengamankan daerah ini dengan sejata perang. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *