Dampak Covid-19, Pedagang Takjil Mengeluh, Pasar Desa Giri Kencana Sepi Pembeli

Bengkulu Utara Featured

RBO, ARGA MAKMUR – Sejumlah pedagang di Pasar Ketahun di Desa Giri Kencana yang menjual aneka makanan berbuka puasa (takjil), saat ini menjerit akibat lemahnya daya beli masyarakat. Ini disebab kan menurunnya perekonomian negara, dampak virus corona yang saat ini menguncang dunia.

Para pedagang acap kali membawa sisa makanan yang tidak laku dengan jumlah banyak dan menjadikan pedagang merugi. Salah satu pedagang, Indra (50) yang menjual makanan siap saji (gulai) mengatakan, daya beli masyarakat saat ini jauh dibanding bulan puasa tahun lalu. Ia juga mengeluhkan dagangannya yang sepi pembeli dan mengakibatkan banyaknya sisa dagangan yang di bawa pulang, yang akhirnya basi. “Tidak seperti tahun lalu, sekarang sangat sepi akibat corona ini,” jelas Indra.

Tidak hanya pedagang makanan berbuka puasa yang terdampak akibat melemahnya Ekonomi Negara. Pedagang pakaian yang biasanya telah nyetok pakaian jauh sebelum bulan puasa tiba, saat ini masih menjual pakaian stok lama.

Ini di alami Ijon (30) salah seorang pedagang pakaian di pasar KTM LAGITA di Desa Giri Kencana. Dia juga mengatakan, saat ini ia masih menjual pakaian stok lama dan belum mebeli lagi pakaian model terbaru, akibat melemah nya perekonomian masyarakat. “Kami takut belanja lagi, nanti tidak laku. Saat ini daya beli ngak seperti dulu, ini akibat virus Covid-19,” singkat Ijon. (bri)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *