Karyawan dan Perusahaan Angkutan Umum Kian Merana

Ekonomi & Bisnis Featured

RBO   >>>  BENGKULU   >>>  Ditengah wabah pandemi corona virus disease (Covid – 19) ditambah sebagian daerah sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), secara tidak langsung berimbas terhadap penumpang Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) yang datang dan pergi di Bengkulu. Hal itu seperti penuturan Humas AKAP PO. Bus Putra Rafflesia, Irwan ketika dihubungi RADAR BENGKULU Senin (27/4).

Irwan mengaku, dengan ditutupnya pengoperasian pelabuhan laut dan Bandara disebagian besar daerah saat ini, tentu telah menghambat pengoperasian armadanya. Baik ke wilayah dalam Pulau Sumatera maupun ke Pulau Jawa. Sehingga untuk sementara waktu juga pelayanan angkutan ke sejumlah jurusan dihentikan dulu, sembari menunggu perkembangan yang baik bagi keselamatan semua imbas dari wabah Covid 19 ini.

“Kita (PO Bus Putra Rafflesia, red) sejak 3 hari terakhir tidak ada keberangkatan penumpang ke sejumlah daerah di luar Bengkulu. Sedangkan jumlah penumpangnya juga jauh menurun dari hari biasanya,” ungkap Irwan.

Selain itu dijelaskan, sebetulnya pemesanan tiket oleh penumpang baik yang akan datang maupun ke luar Bengkulu sampai saat ini masih ada, namun karena adanya kebijakan PSBB dari sejumlah daerah terkhusus Jakarta, pihaknya tidak bisa memberangkatkan armadanya. Apalagi yang berangkat 4 hari lalu saja, armadanya tidak bisa masuk ke Jakarta.

“Sekarang ini kami sifatnya menunggu kondisi normal kembali dulu. Karena meski kita juga aturan sendiri, tapi disisi lain ada juga regulasi yang membatasi ruang gerak armada ini,” terangnya.

Lebih lanjut ditambahkannya, ditengah wabah pendemi Covid 19 ini, pihaknya juga akan tetap mematuhi aturan dan imbauan yang dikeluarkan penerintah.

Diantara kebijakan yang diikuti pengurangan jumlah penumpang hingga 50 persen. Begitu juga terkait keprotokoleran mencegah penyebaran Covid 19 ini, yakni, penggunaan masker, cek suhu tubuh penumpang dan lain-lainnya.

“Dalam keberangkatan penumpang kita ikuti anjuran pemerintah. Apalagi jikapun ada keberangkatan kedepan nanti itu karena kondisi mendesak dan tidak bisa ditunggu lagi. Itu lah upaya kita untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat ditengah pandemi Covid 19 ini,” tukasnya.

Sementara itu, dari pantauan akibat banyaknya tidak beroperasi armada angkutan darat di Bengkulu saat ini, banyak yang terparkir di pool atapun terminal keberangkatan masing-masing. Tidak saja dialami Po. Bus Putra Rafflesia tetapi juga armada AKAP-AKAP lainnya.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *