Medis Kena Covid Diisolasi, Pelayanan RS Tetap Normal

Featured Kesehatan Pemda Provinsi

RBO, BENGKULU – Kepala Dinas Kesehatan Pemda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni melalui Kabid Pelayanan Kesehatan dan SDM Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur mengatakan sudah membuat skenario kesehatan apabila para tenaga medis terpapar penyebaran pandemi virus covid – 19. Pihaknya sudah mempersiapkan lima tempat isolasi pemantauan maka para tenaga medis maupun masyarakat umum yang dicurigai terpapar maka akan ditempatkan tempat tersebut bukan di Rumah Sakit Rujukan.

“Kalau di rumah sakit rujukan M Yunus, Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara sudah cukup tenaga medis. Kalau tempat isolasi itu hanya tempat orang yang dicurigai orang terpapar positif maka tidak perlu tenaga kesehatan yang khusus. Tapi ada beberapa dari skenario kami ada tenaga yang bukan dokter dari 1 orang dokter dan para medis. Yang memantau selama mereka ditempat karantina. Kita membutuhkan diluar kesehatan seperti tenaga keamanan, kemudian tenaga cleaning service termasuk tenaga mencuci, kebersihan serta pengantar makanan,” ujarnya kemarin.

Menurutnya lima tempat tersebut tersebar di Kota Bengkulu. Menanggapi ada informasi dokter maupun tenaga medis yang terpapar dibenarkan, kendati demikian Edriwan belum menerima jumlah berapa orang para tenaga medis dan dokter tersebut.

“Ini skenario kita apabila tempat lima gedung diantaranya BPSDM, Balai Haji, Balai Diklat, Bapelkes dan Mess Pemda ini baru terisi dua tempat. Maka kita membutuhkan tenaga kesehatan dan tenaga umum. Untuk berapa jumlah dokter ataupun tenaga medis yang diisolasi kita belum mendapatkan rinciannya. Memang ada dokter spesialis, IGD dan tenaga para medis yang berkontak dengan pasien positif. Maka kita lakukan isolasi,” lanjutnya.

Pihaknya juga memastikan untuk pelayanan rumah sakit umum tidak akan terganggu. Walaupun saat ini beberapa tenaga medis berkurang namun Edriwan memastikan pelayanan tetap berjalan normal. Sementara itu pihak keluarga tenaga medis dan dokter akan dilakukan penelusuran lebih lanjut.

“Untuk pelayanan rumah sakit tidak lumpuh karena masih banyak tenaga medis lain. Pihak RSMY sudah berkordinasi memang tidak maksimal namun untuk pelayanan tidak terganggu maka mereka yang terpapar harus isolasi dipantau selama 14 hari. Kita juga melakukan penelusuran keluarga para tenaga medis tersebut sejauh mana mereka berdekatan dengan keluarga tersebut. Maka kita sangat perlu pihak Dinkes Kota berkerjasama karena para tenaga medis ini tinggal di Kota Bengkulu. Jumlah tenaga kesehatan memang masih perlu, namun untuk tenaga dan sarana serta prasarana sudah memasuki persyaratan dalam penanganan virus ini,” tutupnya kemarin.

Diketahui Data jumlah tim penanganan medis di RSMY Bengkulu terinci Dokter Spesialis ada 40 orang, Dokter Umum 20 orang, Perawat 253 orang, Bidan 94 orang dan tenaga lain farmasi dan analis dengan jumlah total 578 orang. (Bro)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.