Pilkada Kepahiang, Bando Amin Turun Gunung Menangkan Edice

Featured Kepahiang Politik

RBO, BENGKULU – Guna memenangkan Pilkada serentak Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kepahiang tahun 2020 ini, mantan Bupati Kepahiang dua periode, Dr H. Bando Amin C Kader bakal turun gunung untuk memenangkan duet kandidat Bakal Pasangan Calon (Paslon) Edi Sunandar – Ice Rakizah Bando Amin. “In sya Allah Pak Bando turun gunung kembali untuk ikut memenangkan pasangan Edice,” ungkap H. Edi Sunandar kepada jurnalis, Jumat (29/5).

Dijelaskan oleh Edi Sunandar yang pernah jadi anggota DPRD Provinsi Bengkulu periode tahun 2014-2019 dari Partai NasDem tersebut, pasangan Edice akan maju dalam Pilkada Kepahiang melalui jalur Parpol. “Sudah ada beberapa Parpol yang kita persiapkan. Dan sejauh ini belum ada Parpol yang final menyatakan dukungan untuk salah satu Paslon. Jadi, peluang kita masih sama dengan kandidat lainnya. Namun setelah kita terdaftar sebagai Paslon di KPU nanti, dengan dukungan massa loyalis Pak Bando di Kepahiang, ditambah dukungan keluarga besar saya dan tim, in sya Allah Edice mampu menang di Kepahiang,” jelas mantan ketua tim pemenangan Bupati Kepahiang Hidayatullah Syahid tersebut.

Alasan hingga dia bersama Ibu Ice Bando Amin maju di Pilkada Kepahiang, Edi menyampaikan, kalau teman-teman melihat Kepahiang itu adalah karya besar Pak Bando. “Tidak seluruhnya, tapi kesan percepatan pembangunan itu selalu lekat dengan beliau. Nah, kenapa saya mendahului dengan kalimat itu? Saya meyakini, kalau punya niat untuk membangun, pasti berkesan baik dengan masyarakat. Saya ingin mereduksi anggapan bahwa orang maju pilkada karena ingin menjaga eksistensi diri atau sekadar gagah-gagahan saja, saya sama sekali tidak berpikir untuk itu. Bagi saya, maju ke pilkada niat utamanya untuk berbuat pada rakyat, pengabdian. Mohon maaf, ini bukan sombong. Kalau soal dapur, saya pikir saya sudah selesai. Saya berkesimpulan, merugilah seseorang kalau dia mampu, tapi disia-siakan tanpa berbuat untuk masyarakat. Namun, tidak mungkin pula niat itu cuma lahir dari saya, dorongan masyarakat yang membuat saya semakin mantap. Kepahiang hari ini perlu diberi base line ‘Kepahiang mengalami stagnansi pembangunan’, itu dulu. Lantas apa kepentingan saya untuk hadir? Saya menyakini bahwa saya memiliki kapasitas untuk menghadirkan perubahan besar di Kepahiang. Ini baru ide, perlu diaplikasikan dalam tindakan yang konkrit dan itu hanya dapat diwujudkan bila rakyat menghendaki,” pungkas Edi. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *