Kontak dengan Pasien Positif Covid-19, 27 Warga Benteng di Rapid Test

Bengkulu Tengah Featured Kesehatan

Satu Warga Reaktif

RBO, BENTENG – Sebanyak 27 orang warga Desa Bajak II, Kecamatan Merigi Kelindang dan warga Desa Taba Teret, Kecamatan Taba Penanjung ditambah satu orang personil kepolisian melakukan Rapid Test Corona atau Covid-19 di RSUD Kabupaten Benteng, Kamis (4/6) pagi.

Hal ini lantaran puluhan warga tersebut diduga telah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Corona atau Covid-19 warga Desa Bajak II, Kecamatan Merigi Kelindang yang kini sudah meninggal dunia.

Sementara itu, Juru Bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Benteng H.Budiman Efdy W,SE,M.SI menjelaskan, pasien positif Corona yang meninggal tersebut saat masih hidup masih berstatus ODP pasien Corona.

Ditambahkan, sebelum pasien positif Corona tersebut meninggal dunia tanggal 26 Mei 2020 lalu, tim medis telah melakukan tes SWAB. Namun, hasil dari tes SWAB tersebut baru keluar tanggal 30 Mei 2020 yang menyatakan bahwa pasien tersebut positif terinfeksi virus Corona.

“Mengetahui hasil tes SWAB tersebut kita terkejut, karena pasien yang meninggal tersebut sebelumnya telah dimakamkan tidak menggunakan protokol Covid-19, namun dengan pola pemakaman biasa pada umumnya, karena memang hasil SWAB nya baru keluar saat pasien tersebut telah meninggal dunia,” tegas pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Benteng ini, kemarin (4/6).

Pasca keluarnya hasil tes SWAB tersebut, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Benteng langsung melakukan penelusuran atau tracing dan mendapati ada puluhan warga yang pernah kontak dengan jenazah pasien Covid-19 tersebut.

“Rapid Test nya dilakukan di RSUD Benteng,” jelasnya.

Terpisah, Dirut RSUD Kabupaten Benteng dr.Hillen membenarkan telah dilakukan Rapid Test terhadap 27 orang yang telah melakukan kontak dengan pasien positif Corona tersebut.

“Dari 27 orang yang mengikuti Rapid Test itu 26 orang nonreaktif, satu orang reaktif,” tegas Hillen.

Dijelaskan, warga yang hasil Rapid Test reaktif tersebut langsung menjalani isolasi mandiri.

“Warga yang reaktif itu kita minta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Selanjutnya yang bersangkutan akan di Rapid Test kembali untuk mengetahui hasilnya apakah unreaktif atau reaktif,” jelasnya.

Sebelumnya warga yang meninggal tersebut diduga mengalami sakit jantung. Karenanya warga melakukan pemakaman seperti jenazah lainnya. Belakangan baru diketahui jika hasil SWAB almarhum positif covid-19.

“Pasien yang reaktif Corona tersebut akan kita lakukan SWAB Test,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *