Input Data Potensi Desa Gunung Kembang Melalui eDMC dan IDM

Bengkulu Selatan Featured

RBO, MANNA – Mulai dari dari penaggulangan Covid – 19 sampai ke Bantuan Langsung Tunai(BLT), Pemdamping Desa melakukan tugas pendampinganya di Desa Gunung Kembang, untuk penginputan realisasi pelaporan dana desa dalam melawan Covid – 19 melalui Aplikasi Desa Melawan Covid -19 (eDMC- 19) dan Indek Desa Membangun (IDM)yang dilaporkan ke Pemerintah Pusat. “Pelaporan eDMC ini mendukung pelaksanaan protokol penanganan Covid – 19 yang sudah tertuang dalam edaran mentri desa. Sekaligus mempermudah pelaporan atas kondisi desa terkaid Covid – 19 dalam pengumpulan data secara real- time,” kata Pemdamping Desa Livon Abdionas di Balai Desa, Rabu (24/06) .

Nantinya relawan Covid – 19 akan mengirim laporan mingguan dan bulanan melalui aplikasi ini. Selanjutnya dapat diakses oleh Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah, bahkan Pemerintah Pusat untuk mengambil kebijakan.

Dengan adanya aplikasi eDMC ini bisa terus digunakan semaksimal mungkin dengan memenuhi dan menjalankan perintah dalam aplikasi tersebut untuk melawan Covid – 19.
Adapun pelaporan yang dilakukan melalui Indek Desa Membangun (IDM) terkait dengan penentuan anggaran desa dalam satu tahun yang dilihat dari data – data realisasi maupun keadaan profil dan potensi desa. “Pelaporan IDM ini kita lakukan setiap tahun untuk mengetahui berapa besaran biaya yang akan disalurkan ke desa berdasarkan potensi dan status desa,” ujarnya.

Kalaupun nantinya setiap tahunnya potensi desa terus meningkat, maka dana yang masuk ke desa akan semakin besar. Berbeda dengan hasil pelaporan terdahulu, kalau status desa yang tertinggal akan lebih besar dananya sekarang tidak demikian lagi, yang mendapatkan dana yang besar tergantung kemajuan suatu desa.

Pelaporan nantinya meliputi seluruh daftar Kepala Keluarga (KK) baik yang miskin maupun yang kaya dan seluruh potensi yang ada di desa untuk terus menjadikan suatu desa yang berkembang dan maju. “Dari semua pelaporan tersebut, kita berharap pemerintah mengetahui status keadaan suatu desa. Sehingga suatu saat nanti status desa terus berkembang meningkat maka ada kemungkinan desa tidak akan mendapatkan lagi dana desa dan sebagai kontrol Pemerintah Pusat dalam menlihat perkembangan desa yang ada di Indonesia,” singkat Livon(afa)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *