Dua Pabrik CPO Stop, Masih Ada Belasan Pabrik Lain

Featured Lingkungan Mukomuko Pertanian

Penjualan Sawit di Mukomuko Aman

RBO, MUKOMUKO – Dua pabrik pengelolaan minyak kelapa sawit mentah atau CPO tempat masyarakat Kabupaten Mukomuko menjual buah sawit berhenti beroperasi sejak beberapa bulan terakhir. Masing-masing pabrik CPO tersebut yaitu, milik PT. AMK yang beralamat di Desa Sari Bulan, Kecamatan Air Dikit dan PT. MPRA yang beralamat di Desa Buang Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya. Ini sebagaimana diungkapkan Kasi Kemitraan dan Perizinan Perkebunan, Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Sudiyanto kepada RADAR BENGKULU kemarin.

Dikatakan Sudiyanto, untuk PT. AMK sudah stop beroperasi sejak tiga bulan terakhir. Alasan berhentinya pabrik CPO milik PT. AMK ini lantaran ada perbaikan manajemen perusahaan. Sementara, pabrik milik PT. MPRA yang tergolong masih baru ini, berhenti beroperasi karena terjadi kesalahan teknis dalam pembangunannya. Sehingga, peralatan milik perusahaan ini sering mengalami kerusakan.

“PT. MPRA mulai beroperasi tahun lalu kalau gak salah saya. Baru beroperasi dua bulan, terus berhenti. Info dari pihak manajemen, peralatan mesin mereka sering rusak karena kesalahan teknis pada pembangunan pabrik. Kalau PT. AMK katanya ada perombakan manajemen. Tiga bulan terakhir, memang PT. AMK tidak lagi beroperasi,” ujar dia.

Kendati ada dua pabrik CPO stop pada saat sekarang ini, lanjutnya, hal ini tidak mengganggu penjualan sawit milik masyarakat. Sebab masyarakat masih dapat menjual hasil panen sawitnya ke pabrik lain. Seperti masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Penarik, Air Dikit dan sekitarnya, masih bisa menjual ke pabrik milik PT. SAP, PT. MMIL dan PT. SSS. Sementara, masyarakat yang berdekatan dengan PT. MPRA bisa menjual sawitnya ke PT. KAS di Desa Pernyah Teramang Jaya dan Pabrik PT. DDP di Lubuk Bento.

“Kalau penjualan hasil produksi masyarakat belum terganggu. Karena saat ini masih ada sebanyak 11 pabrik kelapa sawit di daerah kita ini yang masih beroperasi. Yakni pabrik PT. Sapta, PT.

KSM, PT. USM, untuk kawasan Lubuk Pinang dan sekitarnya. Kemudian ada PT. MMIL, PT SSS, dan PT SAP untuk wilayah penarik dan sekitarnya. Selanjutnya, untuk wilayah Teramang Jaya, masih ada PT. KAS, dan PT. DDP Lubuk Bento. Sementara untuk wilayah Pondok Suguh dan Ipuh, masih ada PT. GSS, PT. BMK dan PT. DDP Ipuh,” pungkasnya. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *