PAN Benteng: Bupati Ferry Jangan Hanya Melarang, Tapi Edukasi Warga yang Penting

Bengkulu Tengah Featured Lingkungan

RBO, BENGKULU – Sebagai daerah rawan bencana sudah selayaknya pemerintah daerah memprioritaskan edukasi kebencanaan kepada warganya. Agar jika terjadi bencana semua individu di daerah tersebut dapat melakukan evakuasi, mitigasi bencana secara mandiri sebelum bantuan datang. “Kami setuju pernyataan Bupati Ferry Ramli terkait dengan pelarangan warga untuk tidak bermukim di daerah yang rawan bencana longsor dan banjir,” kata Ketua DPD PAN Bengkulu Tengah, Beni Suryadiningrat, kepada radarbengkuluonline.com, Senin (29/6).

Beni Suryadiningrat yang memiliki latar belakang sebagai aktivis lingkungan dan juga aktif dalam gerakan penyadar tahuan masyarakat terkait dengan kebencanaan, menyarankan bukan hanya larangan namun juga edukasi masyarakat terkait dengan mitigasi bencana itu yang paling penting. “Jangan hanya melarang, namun edukasi dan mitigasi mengenai kebencanaan itu yang penting,” kata dia.

Hal itu perlu dilakukan untuk mengurangi kerugian dan bahkan korban dari masyarakat itu sendiri. “Bila masyarakat sudah memiliki pengetahuan dan kesadaran mengenai kebencanaan, maka antisipasinya cepat dan tanggap terhadap potensi-potensi bencana,” jelas dia.

Dijelaskan Benni perlu diketahui, Bengkulu ini adalah bagian dari ring of fire (cincin api) daerah yang memiliki risiko bencana. Termasuk Bengkulu Tengah, yang mana diketahui memiliki topographi wilayah yang berbukit dan banyak sungai-sungai besar. “Kami berharap sebagai kepala daerah (Bupati) harus memahami soal itu,” kata dia.

Disisi lain soal persiapan seperangkat aturan dan alokasi anggaran untuk membantu antisipasi kebencanaan menjadi hal yang wajib dialokasikan, karena Bengkulu Tengah itu rentan terhadap bencana. “Kalau bicara masyarakat, masyarakat itu kan sudah lama beranak pinak di daerah itu, mereka sudah memiliki pengetahuan kolektif terkait dengan pantangan dan larangan mendirikan bangunan di beberapa titik yang berpotensi bencana, seperti longsor dan sebagainya, namun yang sering diabaikan adalah terkait dengan edukasi dan mitigasi terkait kebencaan dari pemerintah kepada masyarakatnya itu yang sering terlupakan,” tutup mantan Ketua HMI Cabang Bengkulu ini. (hcr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *