1 Kasus Positif Meninggal, Punya Penyakit Penyerta

Featured Kesehatan Pemda Provinsi

RBO, BENGKULU – Berdasarkan rilis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi, terkait perkembangan kasus Covid-19 per tanggal 30 Juni 2020 terdapat penambahan 1 kasus positif dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal. Hingga kini, kasus positif meninggal sebanyak 12 orang, dan PDP sebanyak 28 orang.

“Untuk 1 kasus positif yang meninggal, kasus 125, perempuan, umur 51 tahun. Alamat Kota Bengkulu. Keluhan batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas. Lesu, sakit kepala mual dan muntah. Penyakit penyerta TBC. Sudah dimakamkan secara Covid-19. Sedangkan untuk 1 PDP yang jug meninggal, Ny. As, umur 61 tahun. Alamat Kabupaten Bengkulu Selatan. Keluhan penurunan kesadaran akibat terjatuh. Hasil rapid test reaktif. Sudah dilakukan pengambilan swab, dan menunggu hasil. Sudah dimakamkan secara Covid -19,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jaduliwan, SE, M.M pada konfrensi presnya kemarin.

Selain itu, terdapat 4 penambahan PDP yang dilaporkan kemarin, dengan rincian, pertama, Tn. As, umur 71 tahun . Alamat Kota Bengkulu. Keluhan sesak nafas dan batuk. Hasil rapid test unreaktif. Sudah dilakukan pengambilan swab, dan menunggu hasil. Saat ini dia dirawat di RSUD. M.Yunus Bengkulu. Kedua, Ny. As, umur 61 tahun. Alamat Kabupaten Bengkulu Selatan. Keluhan penurunan kesadaran akibat terjatuh. Hasil rapid test reaktif. Sudah dilakukan pengambilan swab, dan menunggu hasil. Yang bersangkutan meninggal dunia dan sudah dimakamkan secara Covid – 19. Ketiga, Ny. Is, umur 50 tahun. Alamat Kota Bengkulu. Keluhan demam, diare dan nyeri lambung. Hasil rapid test reaktif. Sudah dilakukan pengambilan swab , dan menunggu hasil. Saat ini dirawat di RSUD. M.Yunus Bengkulu. Keempat, Ny. E.Y, umur 46 tahun. Alamat Kabupaten Rejang Lebong. Keluhan sakit kepala dan tyroid. Hasil rapid test reaktif. Sudah dilakukan pengambilan swab, dan menunggu hasil. Saat ini dirawat di RSUD Curup, Kabupaten Rejang Lebong.

“Total Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 948, ODP selesai pemantauan 849, ODP masih dalam pemantauan 99, tambahan ODP hari ini 3 orang, semuanya dari Mukomuko. Total PDP sebanyak 100, PDP yang dinyatakan sehat 29, PDP menjadi konfirmasi 15, PDP Meninggal 28, PDP proses pengawasan/dirawat 28 orang. Selain itu, untuk jumlah sampel yang diperiksadi laboratorium sebanyak 1.981. Sampel positif 125, sampel yang proses pemeriksaan 87, sampel yang keluar hari ini nihil. Rapid test yang sudah dilakukan sebanyak 15.259, rapid test. Yang unreaktif 14.986, rapid test yang reaktif 273, rapid test reaktif yang dilaporkan hari ini 1 orang,” terangnya.

Sementara itu, terkait kasus positif yang meninggal dari kasus 125, Senin malam, perempuan, usia 51 tahun, asal Kota Bengkulu punya penyakit penyerta TBC, meninggal di RSUD M.Yunus. Ini kronologis yang dijelaskan oleh Herwan Antoni, pukul 17.40 WIB, keluarga pasien sudah diedukasi terkait penanganan protokol Covid-19, bagi pasien yang meninggal dunia. Artinya, pihak keluarga mengerti dan setuju pemakaman secara Covid-19. ” Kemudian, ternyata ada kendala dari pihak keluarga, ada pihak keluarga yang tidak setuju penggalian kubur, sehingga pihak keluarga tidak bisa penggalian kubur. Keluarga akhirnya mintak dititipkan penggali kubur jenazah. Oleh karena itu, pihak rumah sakit menyarankan untuk melaporkan pada RT setempat, supaya dapat mempersiapkan gali kubur. Ternyata, tidak bersedia saran tersebut, sehingga meminta rumah sakit untuk menggali kubur, tapi diminta biaya sebesar Rp 2.000.000,” kata Herwan.

Setelah itu, pihak rumah sakit menelpon ketua RT setempat tempat tinggal pasien meninggal. Kemudian RT minta rapat. Sambil menunggu rapat, pihak rumah sakit lalu menemui keluarga untuk mencari penggali kubur. Pukul 19.00 WIB, ketua RT menyampaikan, pemakaman dilakukan oleh RT setempat. Pukul 22.00 WIB, jenazah dimakamkan. Pukul 23.30 WIB prosesi pemakaman selesai. ” Artinya, hal seperti ini, jangan sampai terjadi lagi. Sebab, sesuai protokol kesehatan Covid-19, kita serahkan semua pada pihak keluarga,” tutupnya. (ach)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *