Benteng Darurat Sampah

Bengkulu Tengah Featured

RBO, BENTENG – Hingga pertengahan tahun 2020 ini, sampah di Kabupaten Benteng masih menjadi persoalan serius. Jika tidak segera diatasi, status darurat sampah di Kabupaten paling bungsu di Provinsi Bengkulu ini bisa saja disandang, pasalnya Dinas atau OPD terkait masih belum menemukan formula yang tepat untuk keluar dari darurat sampah.

Sementara itu, berdasarkan pantauan jurnalis dilapangan, tumpukan sampai terlihat dibanyak titik vital di Kabupaten Benteng, diantaranya di perbatasan Kabupaten Kepahiang-Benteng tepatnya di kawasan Liku Sembilan Taba Penanjung, di dekat jembatan menuju Pusat Perkantoran Renah Semanek, dipinggir jalan lintas nasional di Desa Taba Mutung, hingga dipinggir jalan lintas nasional sebelum eks Kantor Pabung Polri di Desa Ujung Karang juga tak terlepas dari tumpukan sampah rumah tangga.

Kondisi ini diperparah lagi dengan munculnya bau tak sedap dan gerombolan lalat dari tumpukan sampah yang sangat menganggu masyarakat karena dapat membawa bibit penyakit.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Benteng Verizal,SE berharap, Pemkab melalui OPD terkait dapat membuat langkah konkret dengan memberdayakan setiap desa dan tetap menyiapkan TPA.

Ia menduga, belum adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) permanen membuat Dinas Lingkungan Hidup (LH) kebingungan untuk menangani masalah sampah.

“Salahsatu solusinya ya harus ada TPA permanen,” tegasnya, kemarin (30/6).

Solusi lainnya, lanjut dia, berdayakan setiap desa dalam mengurai masalah sampah, dana ada di Dana Desa.

“Tidak perlu anggaran mahal, karena kalau sudah terurai maka yang masuk di TPA tidak terlalu tinggi,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *