Pengembangan Bandara Fatmawati Belum Sampai 50 Persen

Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi

RBO, BENGKULU – Dampak covid – 19 juga berpengaruh terhadap pengembangan Bandara Fatmawati. Akibat dampak covid -19 ini, beberapa pekerjaan harus tertunda. Dimana pengembangan Angkasa Pura II di Bandara Fatmawati Soekarno mengucurkan total anggaran investasi sebesar Rp 622,6 miliar. Investasi itu disiapkan untuk pembangunan terminal baru dalam dua tahap guna mengantisipasi pergerakan 5,6 juta penumpang dalam 30 tahun mendatang. General Manager PT Angkasa Pura II, Drs Sarosa mengatakan, untuk tahap lanjutan pekerjaan tersebut terpaksa ditunda.

“Dalam pekerjaan nanti akan kita agendakan lagi. Karena untuk kucuran anggaran dari Angkasa Pura juga harus diblok kembali,” ujarnya Selasa (30/6) kemarin.

Sarosa mengatakan, dampak covid saat ini mempengaruhi tingkat pendapatan bagi pihak Angkasa Pura II (AP). Karena beberapa maskapai sempat tidak melayani penerbangan ke luar kota. Pekerjaan fisik untuk saat ini progres untuk kawasan pengembangan terminal pun belum mencapai 50 persen.

“Kalau untuk kawasan yang Terminal itu progres pembangunannya kurang dari 50 persen. Untuk prosesnya fisik sudah tahap 1 step 1 pembangunan pekerjaannya masih panjang,” tambahnya.

Lanjut Sarosa, pihaknya akan menjadwalkan kembali pada tahun depan. Karena untuk anggaran kucuran sudah diberikan bersumber APBN. “Mungkin nanti akan dijadwalkan kembali pada akhir tahun. Karena memang pada bulan Januari kemarin kita yang mengelola, karena sebelumnya anggaran dari APBN,” tutupnya.

Seperti diketahui, Bandara Fatmawati Seokarno sebelumnya bernama Bandara Padang Kemiling. Bandara ini memiliki panjang landasan pacu sekitar 2.250 meter dan lebar 150 meter. Bandara kelas I tersebut, selama ini dikelola oleh UPT Ditjen Perhubungan Udara, Kemhub hingga saat ini dikelola oleh Angkasa Pura II. Beberapa jenis pesawat dapat mendarat di bandara ini, antara lain Airbus A320 dan Boeing 737. Bandara Fatmawati berada sekitar 14 km dari pusat Kota Bengkulu. (Bro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *