Bukit Kumayan yang Indah Mempesona di Tengah Kota Bengkulu

Featured Pariwisata

Eks Hutan Bambu yang jadi Destinasi Wisata Baru

“Dulunya rencana saya mau dibuat untuk lahan perumahan seluas 15 hektare. Namun karena masuk kawasan Cagar Alam yang sudah alih status jadi taman wisata alam, maka saya punya ide untuk membuat eks lahan hutan bambu ini menjadi sebuah objek taman wisata alam mangrove,” kata Hermansyah, pemilik lahan taman wisata Bukit Kumayan Senin siang (6/7).

SUFRATMAN- KOTA BENGKULU

Bengkulu sudah memiliki banyak destinasi wisata alam. Seperti Pantai Panjang, Danau Dendam Tak Sudah, Pantai Pasir Putih, Taman Melon dan lain sebagainya. Tapi ini lain dan Wow! Ada objek wisata alam yang indah luar biasa di tengah Kota Bengkulu. Tepatnya di areal Cagar Alam Danau Dendam Tak Sudah.

Ditengah wabah pandemic Covid-19 saat ini, salah seorang warga masyarakat Kota Bengkulu yang tinggal di Kelurahan Surabaya bernama Hermansyah secara pribadi mulai menyulap lahan seluas 15 hektare miliknya yang terletak di Jalan Raya Air Sebakul atau hanya sekitar 600 meter dari Kantor Camat Sungai Serut. Tepatnya sebelah kanan jalan sebelum pembangunan Jalan Ring Road Air Sebakul menjadi sebuah lokasi objek wisata yang bakal menjadi salah satu destinasi wisata baru yang dinamakan Taman Wisata Bukit Kumayan.

“Lahan itu milik saya ada sekitar 15 hektare. Dulu pernah saya ingin membuat perumahan. Namun karena terkendala, maka lahan gambut yang terdiri dari rawa, air dan tanaman mangrove tersebut kami buat menjadi sebuah destinasi wisata baru, taman wisata alam. Dimana rencananya ada taman hutan mangrove. Kemudian danau yang ada akan kita siapkan perahu serta bebek-bebeknya nanti. Juga akan dibangun rumah makan, kolam renang serta kolam pemancingan, juga out bond dan wisata alam lainnya yang sangat asri,” ungkap Hermansyah, Senin (6/7).

Diceritakan oleh pria yang akrab disapa Pak E itu, saat ini sejak mulai dibersihkan dan dibuat taman. Disini sudah ada beberapa patung harimau serta pondok-pondok di bawah batang pohon yang rindang sejak delapan bulan lalu. Sudah banyak warga masyarakat yang datang berkunjung ataupun sekadar untuk mengambil foto selfie di Taman Bukit Kumayan miliknya itu.

“Kenapa diberikan nama Bukit Kumayan?

”Karena dulu disana banyak batang bambu, sehingga saya berikan nama Bukti Kumayan”

”Pembangunan destinasi wisata ini kapan akan selesai?

”Saya juga masih belum bisa memperkirakannya. Yang jelas saat ini, kita fokus saja dulu membangunnya secara bertahap dan semuanya menggunakan dana pribadi milik saya sendiri. Kalau sekarang meskipun belum dibuka secara resmi, namun bagi warga masyarakat yang ingin datang berkunjung silakan saja. Kita tidak ada karcis tiket masuk. Hanya saja mungkin ada sumbangan alakadar sukarela untuk menjaga kebersihan taman ini. Selain itu, dengan dibangunnya objek wisata Bukit Kumayan ini, harapan saya, kami selaku pemilik ingin ikut membantu kemajuan daerah Kota dan Provinsi Bengkulu dalam hal dunia pariwisata,” pungkas Pak E.

Camat Sungai Serut, Purwanto Budi Utomo S.Sos, sudah mengetahui objek wisata baru di lingkungannya tersebut. “Kawasan itu masuk dalam wilayah Kelurahan Surabaya. Lahan tersebut milik Hermansyah, warga kelurahan disana. Lahan itu sebenarnya merupakan lahan zona hijau dan berfungsi sebagai kawasan penyangga untuk daerah resapan. Sehingga lahan itu gak bisa kalau mau digunakan untuk perumahan. Kawasan lahan itu memang merupakan rawa, dan air. Namun kalau kita lihat saat ini memang sudah dibuat menjadi sebuah objek wisata baru yang kalau kita pantau sudah banyak masyarakat berkunjung kesana,” kata Camat Sungai Serut tersebut.

Adapun Novi Rupita Yanti S.Pd.I, salah seorang warga Kota Bengkulu yang sudah berkunjung ke lokasi Taman Bukit Kumayan, mengatakan, ia mengetahui objek wisata itu dari viral di media sosial. Sebab banyak yang foto selfie disana.

“Akses jalan masuk menuju Bukit Kumayan ini gak terlalu jauh. Dari aspal jalan hanya sekitar 150 meter jalan tanah. Kendaraan seperti mobil dan motor bisa masuk ke lokasi. Selain banyak pohon rindang, juga ada danau taman hutan mangrove yang sangat cocok kalau ingin mengambil foto. Hanya saja nampaknya objek wisata ini masih banyak yang perlu dibangun untuk menunjang agar menjadi objek wisata yang betul-betul hits,” kata pengunjung Bukit Kumayan itu.

Dari pantauan jurnalis di Taman Wisata Bukit Kumayan, saat ini setiap hari beberapa orang tukang terus bekerja membersihkan semak-semak belukar di kawasan lahan gambut tersebut. Sudah ada titian dari kayu untuk lewat di atas rawa dan danau itu. Bisa juga untuk memancing ikan gabus di rawa ini sambil wisata. Pohonnya yang rindang membuat tempat ini nyaman dan istimewa. Akar mangrove yang bersusun rapat menambah maha karya Illahi untuk bisa dinikmati. Apalagi tempatnya di tengah Kota Bengkulu. Sayang kalau tidak ikut datang dan nikmati. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *