Laksanakan Tahap Pilkada, Dewan Minta Rapid Test Penyelenggara

Featured Politik

Sefty Yuslinah : Karena Vertual Dukungan Itu Bentuknya Sensus

RBO, BENGKULU – Dari pihak Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, mereka meminta pada pemerintah daerah guna memfasilitasi pelaksanaan rapid test bagi seluruh penyelenggara pemilu, khususnya untuk PPS yang melaksanakan tahap Verifikasi Faktual (Vertual) bagi kandidat Bakal Paslon perseorangan. “Kami sudah keliling ke tiga kabupaten yang ada Paslon perseorangannya. Yaitu Kabupaten Lebong, Rejang Lebong dan Bengkulu Selatan. Untuk itu hasil kami kunjungan ketiga daerah tersebut, kita minta agar pemerintah daerah dapat melaksanakan atau memberikan fasilitas layanan rapid test kepada pihak penyelenggara pemilu, khususnya PPS,” ungkap anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Sefty Yuslinah S.Sos, M.AP, kepada radarbengkuluonline.com,  Senin (6/7).

Menurut politisi perempuan PKS itu, kenapa penyelenggara pemilu khususnya PPS wajib difasilitasi rapid test, hal itu karena dalam melaksanakan tahapan Pilkada khususnya untuk Paslon perseorangan berbeda dengan Pilkada sebelumnya. “Kalau dulu yang divertual dukungan Paslon perseorangan itu hanya sampel. Tapi Pilkada kali ini, ditengah wabah pandemic Covid-19, vertualnya dilaksanakan menyeluruh seperti sensus, didatangi satu persatu. Dengan demikian tentunya PPS yang menjadi petugas vertual rawan tertular Covid-19. Jika ada PPS yang positif rapid testnya, maka dia harus isolasi terlebih dahulu. Jadi kami mohon dengan sangat, ini menjadi catatan khusus kita terhadap pelaksanaan tahapan Pilkada yang sedang berlangsung saat ini. Jangan sampai akibat Pilkada, semakin banyak warga masyarakat kita yang tanpa sengaja terpapar Virus Corona,” pungkas Sefty Yuslinah.

Sebelumnya dari KPU Provinsi Bengkulu pernah mengatakan bahwa pelaksanaan tahap Vertual dilaksanakan secara menyeluruh, bukan sampel. “Jadi seluruh pendukung itu dilakukan vertual. Namun untuk menghindari Covid-19, Vertual bisa dilakukan secara daring online atau Virtual dengan video call, jika masyarakat bersangkutan tidak ingin ditemui secara langsung. Dan petugas PPS juga kita bekali dengan APD, masker, hand sanitizer serta face shield,” kata Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra S.Ag, MM. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *