Meski Covid-19 Masih Berlangsung, Ritual Tabut Tetap Dilaksanakan

Featured Pariwisata

RBO >>>  BENGKULU >>>  Ditengah wabah Pandemi Covid-19 saat ini, Festival Budaya Tabut yang sudah masuk calender of event dari Kementerian Pariwisata tetap dilaksanakan. Hanya saja, menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan SH, MM kegiatan ritualnya saja yang dilaksanakan.

“Jadi, hasil rapat koordinasi kita dengan pihak KKT, pelaksanaan tabut tahun ini hanya ritualnya saja. Ada beberapa kegiatan ritual inti yang akan dilaksanakan. Itupun pihak KKT akan mengajukan izin kepada pihak kepolisian untuk melaksanakan kegiatan, supaya ritual tabut bisa tetap berjalan dan Provinsi Bengkulu tidak menjadi tempat penularan Covid-19,” ungkap Irsan Setiawan saat dihubungi radarbengkuluonline.com  Senin (6/7).

Sudah disepakati, lanjutnya, pihak KKT yang paham ritual dan sakralnya pelaksanakan tabut. “Kegiatan ritual intinya saja yang akan dilakukan nanti. Seperti mencuci penja. Kita tidak melaksanakan festival dan bazaar. Karena dari Kemenpar juga membatasi serta melarang hal itu. Kita lihat saja seperti di Pantai Panjang, itu bisa tidak untuk membatasi pengunjung. Sebab itu kita khawatir kalau festival tetap dilaksanakan, apalagi kita tahu kalau saat tabut itu banyak orang luar yang tidak bisa kita antisipasi datang ke Bengkulu. Padahal pendatang itu berasal dari zona merah Covid-19. Itu yang kita takutkan. Sehingga nanti menyebabkan penyebaran atau penularan Covid-19 semakin luas di Bengkulu. Dan dari pihak kawan-kawan KKT tadi juga sangat memahami hal itu. Yang penting kepercayaan mereka bisa tetap dilaksanakan dan Bengkulu tidak tertimpa musibah jika tidak melaksanakan ritual. Dana anggarannya nanti tidak sebesar tahun lalu. Karena kita hanya ritualnya saja. Dan kami mendukung jika hanya dilakukan ritualnya saja,” pungkas Irsan.

Sebelumnya dari pihak Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) menyampaikan, untuk pelaksanaan ritual tabut tahun 2020 ini, meskipun wabah virus corona nanti masih belum dapat diatasi, namun untuk ritual tetap dilaksanakan.

“Kalau kami dari KKT apapun yang terjadi untuk ritual tabut, tetap kami laksanakan. Hanya saja kalau untuk kegiatan event festival, pasar rakyat, itu nanti terserah pihak pemerintah. Khususnya Dinas Pariwisata. Jika memang wabah Virus Corona ini nanti belum habis, mungkin saja festivalnya tidak dilaksanakan  untuk menghindari kerumunan massa,” ungkap bendahara KKT, Wahyudi S.Kom.I.

Dijelaskan oleh Yudi –sapaannya, kegiatan tabut tahun 2020 ini akan dilaksanakan mulai tanggal 21 Agustus. Dan untuk kegiatan ritual tabut, mereka selaku anak cucu keturunan keluarga tabut, tetap akan melaksanakan di rumah masing-masing.

“Selama ini juga,  untuk pelaksanaan ritual itu kita laksanakan dengan tidak mengundang terlalu banyak orang. Hanya saja, seperti kita ketahui, banyak masyarakat yang datang sendiri dan ingin ikut menyaksikan langsung prosesi ritual tersebut. Dan saat masyarakat ingin melihat, tidak mungkin kita mengusir mereka. Namun jika wabah Corona ini nanti masih berlanjut, maka untuk ritual akan kita batasi jika ada yang ingin ikut menyaksikan. Ritual tabut itu, mulai dari mengambil tanah, mencuci jari-jari, itu tetap dilaksanakan,” jelasnya beberapa waktu lalu. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *