Ketua KKT Bengkulu Minta Kegiatan Tabut Sesuai Ala New Normal

Featured Pariwisata

Ir Syiafril: Maklumat  Kapolri Sudah Dicabut

RBO >>> BENGKULU >>>  Ketua Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bengkulu, Ir Syiafril Syahbuddin minta tabut dilaksanakan secara new normal. Maksudnya, dilaksanakan seperti biasa. Seperti yang sudah-sudah. Namun tetap mengikuti atusan new normal, jaga jarak, cuci tangan, pakai masker dan jaga kesehatan.

Karenanya, dirinya belum sepakat jika pelaksanaan tabut tahun ini hanya dilaksanakan beberapa kegiatan ritual inti saja seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan SH, MM. Menurut Syiafril, sebaiknya pemerintah daerah dapat mengikuti perkembangan kondisi saat ini. Dimana pemerintah pusat juga sudah mulai memberlakukan tatanan kehidupan baru atau era new normal ditengah wabah pandemic Covid-19 saat ini.

“Sebaiknya pemerintah daerah lihat lagi bagaimana situasi dan kondisi kita saat ini. Bengkulu sendiri bisa dikatakan daerah yang penyebaran Covid-19 nya tidak terlalu tinggi. Tidak seperti DKI Jakarta dan Jatim. Jatim dan DKI saja saat ini sudah mulai memberlakukan new normal ditengah Covid-19 ini. Artinya, kita di Bengkulu semestinya juga demikian. Sebab itu, pelaksanaan kegiatan tabut ini bisa tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya dengan tetap mempedomani protokol Covid-19,” ungkap Ketua KKT Bengkulu tersebut saat dihubungi radarbengkuluonline.com Selasa (7/7).

Lagian, lanjut Syiafril, saat ini maklumat larangan berkumpul dari Kapolri juga sudah dicabut. Sehingga kegiatan event budaya tabut itu bisa dilaksanakan dengan baik. “Jadi, kami minta pemerintah dapat mempertimbangkan kembali untuk pelaksanaan tabut yang akan dilaksanakan bulan depan agar bisa secara new normal,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan SH, MM telah menyampaikan bahwa pelaksanaan tabut tahun ini tetap dilakukan. Hanya saja, untuk kegiatan ritual inti. “Jadi hasil rapat koordinasi kita dengan pihak KKT, pelaksanaan tabut tahun ini hanya ritualnya saja. Ada beberapa kegiatan ritual inti yang akan dilaksanakan. Itupun pihak KKT akan mengajukan izin kepada pihak kepolisian untuk melaksanakan kegiatan, supaya ritual tabut bisa tetap berjalan dan Provinsi Bengkulu tidak menjadi tempat penularan Covid-19,” kata Irsan. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *