Roman Chavisa: Agusrin Maju Pilgub

Featured Pemda Provinsi Politik

RBO, BENGKULU – Kalau sampai saat ini masih banyak masyarakat Bengkulu yang bertanya-tanya apakah mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamuddin kembali akan maju dalam Pilkada Gubernur (Pilgub) serentak tahun 2020 ini. Dan bagaimana dengan status hukum Agusrin yang pernah menjadi narapidana kasus korupsi dulu, dari kerabat dekat yang sudah seperti keluarga Najamuddin, Tuan Muda Roman Chavisa mengungkapkan secara gamblang dan memastikan bahwa mantan Gubernur Bengkulu tersebut kembali akan maju dalam Pilgub tahun ini. “Jadi terkait status hukum Agusrin., Dia sudah selesai menjalani hukuman. Berarti beliau adalah mantan napi. Sesuai putusan MK itu, lima tahun setelah menjalani hukuman. Dan apakah terhitung saat dia keluar dari penjara atau dihitung dengan pembebasan bersyarat, itu sudah jauh dari lima tahun. Dan dari keputusan Berita Acara (BA) VIII, Agusrin dipastikan masih bisa maju menjadi Calon Gubernur. Tidak ada halangan lagi, sudah lewat dari lima tahun,” ungkap Roman Chavisa saat ditemui radarbengkuluonline.com, Kamis (9/7).

Dan untuk status hukum Agusrin ini, lanjut Roman, mereka sudah ada kajiannya sendiri. Bahkan oleh KemenkumHAM juga sudah mengkajinya serta menurut KumHAM memang sudah bisa gak ada masalah. “Suratnya ada dengan saya. Kajian dari kami dan dari KumHAM tersebut. Dan kalau sampai saat ini masih banyak yang menspekulasikan status hukum Agusrin, silakan saja. Yang jelas, kami pastikan bahwa Agusrin kembali akan maju. Dimana beberapa Partai Politik besar sudah komunikasi dengan kita, baik dengan Agusrin langsung maupun melalui tim keluarga terkait maju Pilgub sudah ada Parpol yang mau mengusung Agusrin kembali maju. Dan kenapa Agusrin kembali mau maju dalam Pilgub Bengkulu tahun ini? Kalau periode tahun 2005 dan 2010 dulu itu kita, kami bersama Agusrin yang pengin maju menjadi Gubernur untuk membawa perubahan membangun Bengkulu ini, tapi untuk Pilgub kali ini, bukan Agusrin yang pengin maju kembali. Tapi permintaan masyarakat, yang terus berdatangan meminta beliau untuk maju kembali. Sebenarnya kalau ditanya Agusrin juga sempat mengatakan, sudahlah, kasih kesempatan dengan yang lain untuk jadi Gubernur Bengkulu. Sama seperti ketika Rohidin datang menemui Agusrin, kata Agusrin kalau memang surveinya bagus, maka kita akan bantu full. Dengan catatan surveinya di atas 50 persen, itu kita legowo, dan jangan sampai Bengkulu ini kembali dipimpin oleh orang dari luar, kemudian bermasalah. Jangan sampai lagi ada orang dari luar. Kasar ngomongnya kenapa orang lain, kalau ada orang kita. Apa gak ada lagi orang Bengkulu yang bisa. Setelah periode Agusrin tahun 2011 lalu, sampai saat ini kita lihat pembangunan Provinsi Bengkulu ini stag, pembangunan agak kurang. Hanya rehab-rehab yang ada. Kemudian dana juga banyak yang balik, Silpa-Silpa yang banyak, tiba-tiba sekarang sudah defisit anggaran. Sekali lagi saya tegaskan, untuk di periode ini, masyarakat yang minta. Bahkan banyak yang datang langsung menemui saya yang meminta Agusrin maju kembali dengan membawa fotocopy KTP dukungan untuk Agusrin,” terang Roman.

Saat ini, lanjutnya, bukan karena mempertimbangkan status hukumnya. Tapi Agusrin sendiri juga pernah mengatakan apakah mau masyarakat Bengkulu ini dipimpin kembali oleh seorang mantan napi? Tapi faktanya, banyak masyarakat Bengkulu ini yang tidak peduli dengan status hukum tersebut. Yang penting bagi orang Bengkulu, ketika jaman periode kepemimpinan Agusrin Bengkulu ini maju, pembangunan jalan, semuanya jalan. “Masyarakat Bengkulu ini sekarang maunya yang nyata dan terbukti saja. Dan kalau masih banyak yang menspekulasikan Parpol bimbang untuk memberikan dukungan pada Agusrin, saya jelaskan. Yang namanya Parpol itu, sebenarnya mereka pasti akan mengusung kandidat yang bakal menang. Kalau bisa anak kucing jadi Gubernur, maka itu yang akan diusung. Karena Parpol bakal cenderung mengusung calon yang bakal menang berdasarkan hasil survei mereka. Bahkan ketika Parpol akan menetapkan siapa yang bakal diusung, mereka itu akan melakukan survei berkali-kali. Survei pertama, kedua dan ketiga. Terakhir itu, bulan depan survei karena September sudah mau pendaftaran Cakada di KPU. Jadi, kalau hanya mau bicara sekadar status hukum, itu gak perlu. Karena yang diinginkan itu calon yang bakal menang. Percuma Parpol mengusung kandidat yang tidak pernah bermasalah hukum, kemudian bersih dari masalah hukum, namun ketika Pilkada dilaksanakan calonnya kalah, itu juga tidak bagus bagi masa depan Parpol. Kita gak munafik, Agusrin memang pernah tersandung kasus hukum korupsi dan kasusnya itu gak ada kerugian negara, itu tercatat di MA. Hanya kesalahan administrasi saat itu, dan masyarakat paham itu,” papar Roman.

Adapun untuk siapa kandidat bakal calon wakil atau pasangan Agusrin nanti, Roman menegaskan, siapapun yang dipilih Agusrin nanti, itulah yang akan mereka dukung. “Pada prinsipnya kami itu, siapa bini bapak kami, itulah mak kami. Mau Agusrin berpasangan dengan siapa, itu urusan beliau. Tapi kalau untuk yang kuat dan paling kuat berpotensi menang ketika berpasangan dengan Agusrin itu adalah Imron Rosyadi. Izda Putra bisa saja masuk, tapi kita lihat dulu, seluruhnya ada pada Agusrin. Dan untuk kedepan jika Agusrin kembali dipercaya jadi Gubernur, dia berjanji akan mendatangkan dana dari pusat sebanyak-banyaknya untuk Bengkulu. Jambi saja saat ini sudah 8 Triliun APBN nya, Bengkulu kemarin Rp 3,6 Triliun, lalu dipangkas lagi hanya Rp 2,6 Triliun saat ini,” pungkas Roman. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *