Bengkulu Selatan Sebagai Central Jagung

Bengkulu Selatan Featured Pertanian

RBO, MANNA – Dinas Pertanian Bengkulu Selatan membagikan bibit jagung dilokasi replenting sawit sehingga Bengkulu Selatan mampu menjadi central penghasil jagung di antara kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Kelapa Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Ir, Sulistero, MM menjelaskan bahwa replenting ini dilakukan sebagai peremajaan sawit baik sawit yang sudah tua maupun salah tanam. “Sementra kita menunggu sawit berbuah dan menghasilkan harus dilakukan kegiatan tanaman tumpangsari dengan penanaman jagung dan pemberian bibit secara gratis. Harapannya masyarakat masih mempunyai penghasilan,” kata Silus di Desa nanjungan Kedurang Ilir, Sabtu(11/07).

Tujuan Pemerintah Daerah khususnya Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, SE.MM menginginkan masyarakatnya hidup sejahtera dengan bantuan yang disediakan 10.000 ribu hektar tanaman jagung, tapi karena adanya Covid – 19 saat ini sudah terealisasi 1000 Hektar.

Saat ini Bengkulu Selatan sudah menjadi penghasil jagung terbesar di seluruh kabupaten yang ada, Bahkan saat ini Bengkulu Selatan sudah tercatat di Kementrian Pertanian bahwa menjadi central penghasil jagung.

“Setelah kita memproyeksikan akan terjadinya buming hasil panenjagung. Pemerintah akan menjalin kerjasama dengan daerah lain yang membutuhkan hasil jagung yang banyak dan pelaku – pelaku usaha yang membutuhkan,” ujarnya.

Pemerintah sangat yakin dan percaya bahwa saat ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja sesungguhnya Indonesia masih sangat kekurangan jagung jangankan untuk ekspor. Untuk itu, kepada masyarakat harus meningkatkan pengetahuian dan wawasan bagaimana tatacara penanaman jagung yang terus menerus (intensif)dan tepat (efisien) dan tidak sembarangan dan tetap waspada kepada hama yang menyerang tanaman jagung. “Penanaman jagung memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi dimana yang kita ketahui jarak panennya pun tergolong singkat hasilnya cukup menjanjikan dan secara ekonomis lebih bagus dari tanaman lainnya,” papar Silus.

Sementara itu, Sesda Bengkulu Selatan, Yudi Satria, SE.Mm mengungkapkan bahwa dengan penanaman jagung mampu meningkatkan kesejahtraan masyarakat. “Dengan Replenting ini penghasilan masyarakat kita tidak akan terputus. Sambil menunggu sawit menghasilkan buah. Masyarakat tidak perlu kuatir bagaimana cara memasarkannya karena pemerintah sudah bekerja sama dengan perusahaan yang menginkan hasil jagung,” tutup Yudi.(afa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *