Senin Ini Mulai Masuk Sekolah, Dewan Minta Dikontrol

Featured Pemda Provinsi Politik

RBO, BENGKULU – Meskipun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bengkulu menyarankan agar aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah sebaiknya dimulai Desember 2020, namun beberapa pihak menyambut baik wacana mulai masuknya sekolah mulai hari ini, Senin (13/7). Tentunya, dengan catatan mematuhi protokol kesehatan Corona Virus Disease (Covid-19).

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, H. Zainal, S.Sos, M.Si mengatakan, Ia secara pribadi setuju jika aktivitas KBM di sekolah mulai dilakukan. “Tapi sekolah harus mematuhi prokotol kesehatan. Seandainya di tengah perjalanan adanya perubahan zona lantaran ada kasus konfirmasi positif, Kepala Daerah (Kada) bisa menyetopnya,” ungkap Zainal, kemarin (12/7).

Meskipun demikian, lanjut Zainal, Pemeritah Daerah tetap harus melakukan kontrol pada masing-masing sekolah, yang tentunya bisa disesuaikan dengan tingkatan. “Misal SMA/SMK itu tanggungjawab Pemprov. Sedangkan PAUD, TK, SD, dan SMP tanggungjawab Pemerintah Kabupaten/Kota. Begitu juga Mandrasah, kewenangan Kementerian Agama (Kemenag),” ujar Zainal.

Menurutnya, dari kontrol itulah nantinya bisa diketahui apakah masing-masing sekolah menerapkan protokol kesehatan atau tidak. Mulai dari mengenakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak. “Terkait persoalan jaga jarak, tentu tempat duduk siswa diatur lagi. Kalau memang tidak memungkinkan, buat jadwal masuk pagi, siang, dan petang,” saran politisi PKB ini.

Disinggung jika sekolah kesulitan untuk menerapkan protokol kesehatan, Zainal mengatakan, dari kontrol nanti bisa diketahui penyebab hingga itu terjadi. “Namun kita kira tidak ada hambatan. Kalaupun menyangkut anggaran, bisa menggunakan BOS. Bagi sekolah yang tidak mampu, ajukan saja pada Pemda. Maka dari itu kita juga meminta Pemda menyiapkan segala kemungkinan, ketika aktivitas sekolah kembali dilakukan,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, saat masuk nanti merupakan tahun ajaran baru, yang biasanya di awali dengan masa orientasi untuk mengenalkan lingkungan sekolah pada siswa. “Masa orientasi ini tetap bisa dilakukan. Hanya saja polanya yang harus diubah. Dalam artian tetap menerapkan protokol kesehatan. Sehingga bisa memutus rantai penyebaran Covid-19,” tutupnya.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *