Jurnalis Bengkulu Diminta jadi Guru dari Guru

Featured Pendidikan

30 Peserta Media Pers Bengkulu Antusias Mengikuti Bimtek PBI

RBO >>> BENGKULU >>>  Dalam rangka meningkatkan mutu atau kualitas pengunaan bahasa bagi jurnalis, Kantor Bahas Bengkulu bekerja sama dengan Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu mengadakan kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) Pengunaan Bahasa Indonesia bagi Insan Media Massa se Kota Bengkulu. Acara ini diikuti 30 peserta dari perwakilan media pers yang ada di Provinsi Bengkulu. Tak ketinggalan, wartawan RADAR BENGKULU dan radarbengkuluonline.con juga ikutserta.  Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, Kamis sampai Jumat bertempat di Aula Hotel Nala Sea Side Jalan Pariwisata No 13 Pantai Panjang Kota Bengkulu.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Karyono mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sehingga, produk jurnalistik yang dihasilkan para jurnalis di Bengkulu nantinya semakin berkualitas. Apalagi secara kaidah Bahasa Indonesia sekarang, ada ketentuan pedoman umum ejaan yang baru.

“Kegiatan ini sebetulnya bukan menggurui. Melainkan mengingatkan agar jurnalis dalam mengeluarkan karya jurnalistiknya tidak lupa dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Untuk itu harapan kita, para insan media massa di Bengkulu nantinya bisa lebih bermutu lagi dan menjadi guru dari guru, serta tidak sampai tergerus oleh perkembangan zaman,” ujar Karyono Kamis (16/7).

Senada dengan itu, Ketua PWI Bengkulu, Zacky Antoni memberikan apresiasi atas kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu. Kali ini Bimtek penggunaan Bahasa Indonesia bagi insan media massa se Kota Bengkulu. Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi, pertumbuhan pers cukup pesat, meski tanpa berada dalam perusahaan pers.

Apa lagi diera sekarang ini, lanjutnya, media sosial terus bergerak. Sehingga hal itu menjadi tantangan sekaligus ancaman bagi perkembangan insan pers ke depannya.  Oleh karena itu,  para jurnalis perlu meningkatkan kuantitas produk dan kualitas diri.

“Dengan tantangan itu, para jurnalis dituntut betul-betul bekerja di perusahaan pers, harus mengikuti perkembangan zaman. Mengingat, jika tidak demikian, akan tersingkir. Untuk itu, produk jurnalistik yang dihasilkan bermutu dan bisa sesuai dengan keinginan publik, serta mematuhi kode etik,” jelas Zacky dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Bimtek Penggunaan Bahasa Indonesia bagi insan media massa se Kota Bengkulu.

Sedangkan untuk narasumbernya, Dr. Agus Trianto, M.Pd dengan materi yang disampaikan etika dan ragam bahasa jurnalistik, Halimi Hadibrata, M.Pd mengenai tata kalimat dan paragraf, serta Syamsurizal, S.S, M.Pd soal ejaan, bentuk dan pilihan kata. (crv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *