Kodim Gelar Webiner Optimalisasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan

Bengkulu Selatan Featured

RBO, MANNA – Kodim 0408 Bengkulu Selatan menggelar acara Webiner dengan tema optimalisasi pendisiplinan protokol kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman covid-19 di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati,H.Rifai Tajudin, S.sos, kapolres Bengkulu Selatan, AKBP. Deddy Nata,SIK, Ketua BMA, Armanudin Durhan, Ketua DPRD Bengkulu Selatan Barli Halim, SE serta perwakilan dari Kajari Bengkulu Selatan berjalan sesuai dengan rencana.

Komandan Kodim 0408 BS – Kaur, Letkol. Inf, Yudha Nugraha mengatakan acara webinar ini untuk menyampaikan informasi kepada publik dari Pangdam II/Sriwijaya, Gubernur Bengkulu, Kapolda Bengkulu, Danrem 041/Gamas, Rektor Universitas Bengkulu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

“Adapun yang disampaikan oleh Danrem 041/Gamas, bagaimana cara kita bela negara, artinya; bagaimana kita bisa menang bertempur melawan Covid – 19,” kata Yudha di ruang kerjanya, Kamis(16/07).

Dijelaskan Letkol Inf, Yudha, mau tidak mau pertempuaran ini harus dimenangkan oleh masyarakat. Bagaimana caranya, tergantung dengan diri sendiri. Semua strategi sudah disampaikan oleh panglima tertinggi, tinggal prajurit lagi, apakah mau mengikuti strategi yang disampaikan atau tidak. Seperti itulah gambaran atau ilustrasinya untuk memenangkan pertempuran ini,” kata Dandim.

Kalau masyarakat ingin menang dalam pertempuran maka masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan tersebut. Berawal dari kedisipilan diri mengikuti pola hidup baru dengan penerapan protokol kesehatan.

“Setelah itu, kita baru bisa merancang apa yang diinginkan untuk memulihkan perkonomian yang saat ini menurun. Jelas dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan. Secara otomatis perekonomian disektor pasar maupun sektor non formal, seperti penjual bakso yang selama ini mati akan bangkit kembali,” ujarnya.

Tetapi semua itu tidak akan bisa terwujud, kalau komponen terkecilnya manusia tidak mampu mendisiplinkan diri. “Untuk itu kesadaran manusia itu harus benar – benar timbul dari dalam diri,” kata dia.

Agar kebiasaan dan kedisipilan tersebut terbentuk dari TNI, Polri dan Pemerintahan dapat berjalan. Pemerintah sudah membuat semacam tim pengawasan yang tugasnya menyosialisasi, mengedukasi dan menerapkan kedisiplinan tersebut secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. “Mulai dari peringatan, bahkan kedepannya nanti mungkin ada suatu hukuman untuk membuat efek jera. Artinya tanpa adanya kekerasan,” ujar Dandim.

Makanya saat ini ada namanya rileksasi, yang merupakan kelonggaran tetapi belum new normal. “Kalau berbicara new normal ada beberapa tahapan yang harus dilakukan; pertama adalah tahap prakondisi, kedua tahap waktu (Timing).

Dimana Prakondisi ini awal penciptaan terlebih dahulu, budaya baru dan objeknya adalah manusia yang perlu ditertipkan, setelah itu, baru berbicara waktu untuk meningkatkan sektor ekonomi.

Untuk itu, kita harus mempunyai Tes, Lacak (Trecing), Rawat(Tritmen), Isolasi (Isolation) T3I, ini semua masih dilakukan, hanya saja penerapannya tidak sama, ditingkat suatu wilayah berbeda -beda. Tergantung dengan kelengkapan finansial, fasilitas, sarana prasarananya. Untuk menuju ketatanan hidup yang baru ada empat pentahapan sebenarnya yang harus dilakukan mulai dari normal, Up normal, kembali New Normal dan Normal kembali,” tutup Yudha.(afa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *