Memahami Konsep Siap Jungkir Balik, Basah Kering-Nya Herwan Saleh, S.Ip, M.Ap

Featured Opini Politik Seluma Sosial & Budaya

Oleh H. CHRISTOPHER- Pimred – radarbengkuluonline.com

KONSEP ini muncul dan dipopulerkan oleh seseorang yang dulunya pernah berkecimpung dalam dunia jurnalistik yang cukup disegani pada masanya. Beliau adalah Herwan Saleh, S.Ip. M.Ap.

Dalam suatu perjumpaan yang cukup berkesan, Herwan Saleh, S.Ip, M.Ap pernah mengisahkan mengenai keinginannya untuk mencalonkan diri sebagai seorang Bupati di Seluma pada pilkada 9 Desember 2020. Keinginannnya tersebut ditanggapi dengan bercanda tapi serius oleh para sahabat dan teman beliau yang lainnya kala itu.

Hanya saja, ketika hari-hari berlalu,  riak, gegap gempita Pilkada 9 Desember 2020 semakin dekat, tageline “Siap Jungkir Balik, Basah Kering” semakin menggema dan bahkan menguasai jagad percakapan dunia maya dan diskusi-diskusi kecil para “Pe- Ngopi” dan ibu-ibu pasar.

Bukan hanya itu saja, tageline tersebut semakin menjadi perbincangan hangat dikalangan politisi dan aktivis partai politik lainnya. Hal ini pula didukung dengan pola-pola dan simbol-simbol yang terus disuarakan oleh Herwan Saleh, S.Ip, M.Ap melalui berbagai saluran media, baik itu media sosial facebook, Youtube dan sejenisnya, bahkan juga telah merambah media cetak dan baliho.

Semakin hari-semakin gencar saja di sampaikan ke publik mengenai keinginannya tersebut dan semakin banyak pula orang yang ingin mengetahui apa yang maksud tageline “Siap Jungkir Balik Basah Kering tersebut. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penulis mencoba mengumpulkan sejumlah informasi dan bahkan hingga meminta penjelasan kepada sang empunya tageline “Siap Jungkir Balik, Basah Kering tersebut;

Jika ditelisik dari artikata “Siap Jungkir Balik dan Basah Kering” secara harfiahnya adalah kata “Jungkir balik” dalam https://kbbi.web.id ada beberapa makna diantaranya; 1 menjatuhkan hingga jungkir balik; 2 memutarbalikkan dan sebagainya); lalu mengenai kata “basah kering” dicari dalam https://kbbi.web.id/ muncul tulisan (Maaf, tidak ditemukan kata yang dicari).hehehe………..

Namun, bila dianalisa dari hasil penyampaian serta sosialisasi yang massif dilakukan dengan menggunakan banyak saluran media tersebut, serta apa yang ingin disampaikan oleh yang memiliki tageline tersebut adalah jika beliau siap mewakafkan diri untuk membangun dan membantu masyarakat dimana yang bersangkutan tinggal. “Totalitas berjuang demi untuk kesejahteraan masyarakat,” mungkin itu maknanya.

Selain itu, pemaknaan kata siap jungkir balik dan basah kering dalam tageline tersebut adalah untuk menekankan jika yang bersangkutan akan serius untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat atau Kabupaten Seluma. Sasaran tembaknya pun jelas, yakni kalangan akar rumput, pemuda, para penggiat adat dan budaya serta kaum yang tidak begitu peduli apa itu politik dan kekuasaan.

Untuk memastikan apa yang diinginkan dan apa makna dari tageline “Siap jungkir balik, basah kering tersebut, penulis mencoba meminta jawaban langsung kepada sang pemilik tageline yakni Herwan Saleh, S.Ip, M.Ap. Alhamdulillah beliau bersedia menjawab dengan panjang lebar.

Begini jawaban beliau terkait dengan tageline diatas; “Jungkir balik basah kering itu. Dari filosofi kearifan lokal budaya Serawai Seluma. Artinya sosok yang cakap JUNGKIR BALIK BASAH KEGHING, biasanya untuk menggambarkan kecakapan pemimpin yang mumpuni, berani menanggung risiko dan rela berkorban habis-habisan untuk semua rakyat yang ia pimpin. Bilamana ada kesalahan yang berasal dari orang yang dipimpin, yang berakibat fatal, maka pemimpin tersebut bertanggungjawab, bukan malah cuci tangan,” ujar Herwan Saleh, S.Ip, M.Ap.

Lalu Herwan Saleh, S.Ip, M.Ap mencontohkan; Kalau di suatu Mergo (marga), seorang Pasirah cakap jungkir balik basah keghing, maka mergo tersebut pasti akan maju, masyarakatnya akan sejahtera. Mergo adalah pemerintah yang levelnya di bawah kecamatan, di atas pemerintah dusun. Pada tingkatan pemerintah dahulu yang masih menggunakan mergo.

Sekarang, begitu pula pada level pemimpin yang lebih tinggi atau lebih rendah lainnya. “Bilamana pemimpinnya cakap jungkir balik basah keghing, maka semua yang dipimpin akan maju dan sejahtera, itu maknanya yang disampaikan oleh Herwan Saleh, S.Ip, M.Ap.

Diferensiasi atau Pembeda

Sementara itu, Doktor Ilmu Komunikasi pada Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Bengkulu (Unib), yang juga Peneliti Kebijakan Publik pada Lembaga Rafflesia Riset Parameter (RRP), DR. Alfarabi, MA mengatakan apa yang dilakukan oleh Herwan Saleh, S.Ip, M.Ap dengan membuat tageline “Siap Basah Kering, Jungkir Balik ini ingin menunjukkan keseriusannya untuk membangun Kabupaten Seluma.

Jika pemilihan kepala daerah (pilkada) ibarat penjualan produk maka strategi yang dilakukan oleh Herwan Saleh, S.Ip, M.Ap tersebut adalah diferensiasi yakni; Membuat perbedaan pendekatan dengan calon lain dalam mendapatkan simpati masyarakat. “Jika strategi awal ini berhasil maka Herwan Saleh dapat  menunjukkan positioningnya di hadapan calon lain sebagai calon alternatif yang dianggap mewakili kalangan  masyarakat bawah yang selama ini sering dijadikan alat “basah kering” kalangan elit,” kata dia.

Hanya saja, cara “nyeleneh” ini bisa efektif untuk menarik perhatian ditingkat awal, namun upaya tersebut harus diimbangi dengan tawaran program yang serius dan mengena dalam upayanya membangun masyarat di Seluma. “Bisa saja strategi tersebut laku di kalangan masyarakat bawah,  tapi saya ragu jika langkah tersebut dapat menarik perhatian para politisi yang menjadi pengurus partai. Apalagi kita tahu saat ini jalur independen sudah ditutup, maka saat ini partai adalah kendaraan utama untuk mencalon diri menjadi kepala daerah,” Singkat DR. Alfarabi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *