Warga Tanah Harapan Kewalahan Perbaiki Jembatan Provinsi di Kota Mukomuko

Featured Mukomuko

RBO  >>>  MUKOMUKO >>>  Jembatan di ruas jalan Provinsi yang berada di Desa Tanah Harapan, Kota Mukomuko, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Kerangkanya sudah mulai berkarat dimakan usia, papan kayu yang menjadi lantai juga sudah lapuk. Bukan tidak mungkin, jembatan ini akan segera ambruk.

Hal tersebut sangat disayangkan. Sebab, keberadaan jembatan itu sangat dibutuhkan warga setempat. Karena, menjadi akses warga Desa Tanah Harapan dan Desa Tanah Rekah beraktivitas sehari-hari. Jembatan tersebut juga menjadi penghubung antara Kecamatan Kota Mukomuko dengan Kecamatan Teras Terunjam.

Kepala Desa Tanah Harapan, Tamrin ketika dikonfirmasi radarbengkuluonline.com tadi siang (16/7) mengatakan, sebenarnya jembatan tersebut sudah berbahaya untuk dilewati. Akan tetapi, mau tidak mau, warga terpaksa melewatinya karena akses lain lebih susah.

“Kondisi jembatan memprihatinkan. Lantainya sudah berlubang. Papannya sudah lapuk. Warga yang melintas jadi waswas. Karena, takut jembatan ambruk. Jembatan ini adalah jalur provinsi,” ujar Kades.

Menurut Kades, secara swadaya, masyarakat setempat sudah sering melakukan perbaikan jembatan yang memiliki panjang sekitar 9 meter dengan lebar 4 meter ini. Diantaranya menyulam papan lantai yang rusak.

“Kemampuan masyarakat sangat terbatas kalau mau memperbaiki jembatan itu secara swadaya. Bukan tidak pernah. Sudah sering diperbaiki, tapi ya namanya uang sumbangan, jumlahnya tidak banyak. Sekadar untuk beli papan penyulam lantai. Mengerjakannya gotong royong. Yang penting bisa dilewati dulu,” beber Kades

menceritakan upaya yang pernah dilakukan masyarakat setempat mengurus jembatan provinsi yang ada di desanya.
“Dalam tahun 2020 ini sudah dilakukan sebanyak dua kali menyulam papan yang rusak dari hasil swadaya masyarakat,” sambung Tamrin.

Ia berharap ada perhatian dari Pemerintah, baik Pemkab Mukomuko dan khususnya Pemprov Bengkulu yang bertanggungjawab dengan ruas jalan tersebut.

“Kalau harapan kami, tentu jembatan itu dibangun yang bagus oleh pihak yang berwenang. Tapi seandainya masih lama membangunnya, paling tidak direnovasi, mau Pemkab mau Pemprov yang melakukan terserah. Yang jelas masyarakat menanti perhatian,” demikian Kades. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *