Gelar Focus Group Discussion, Polres Petakan Wilayah Rawan Konflik Pilkada

Featured Seluma

RBO, SELUMA – Jelang Pilkada serentak pada 9 Desember 2020, Polres Seluma Polda Bengkulu menggelar Focus Group Discusion (FGD) di Aula Endra Dharmalaksana Polres Seluma, Selasa (21/7) pagi. Acara dibuka oleh Kapolres Seluma, AKBP. Swittanto Prasetyo, S.IK, dihadiri unsur Muspida, pejabat daerah, tokoh agama dan masyarakat serta penyelenggara Pemilu.

Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo, S.IK menyampaikan kegiatan FGD merupakan sarana untuk bertukar pikiran dan menyamakan persepsi dalam menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjaga stabilitas Kamtibmas terutama dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020. “Mari bersama – sama menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Seluma yang aman, damai, dan sejuk. Jangan mudah terprovokasi dengan berita – berita yang belum tau kebenarannya / Hoax,” kata Kapolres, Selasa (21/7).

Melalui FGD juga akan dipetakan kerawanan-kerawanan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan Pilkada nanti.

Hal lain juga membahas terkait langkah-langkah untuk mencegah Street Crime dan persoalan yang berpengaruh terhadap kesuksesan pelaksanaan Pilkada. “Masyarakat dan semua pihak saling membantu agar pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Seluma berjalan aman, kondusif dan sukses,” sampainya.

Sementara itu, Kabag OPS Polres Seluma, AKP. Bakoy Eko Hadi Suseno, SH.MH menyampaikan dalam pelaksanaan Pilkada tahun 2020 Polres Seluma rencananya akan menurunkan 226 personil yang tersebar di 450 TPS di 202 Kelurahan / Desa. “Dari 450 Terdapat 3 Klasifikasi TPS pada Pilkada tahun 2020 di Kabupaten. Seluma yaitu TPS aman sebanyak 385 TPS, TPS rawan sebanyak 65 TPS dan TPS sangat Rawan untuk saat ini masih nihil,” sampainya.

Beberapa persoalan dan kategori kerawanan TPS di wilayah Hukum Polres Seluma diantaranya, posisi TPS cukup jauh dari pengelompokan TPS lainnya, TPS yang secara geografis sangat sulit ditempuh, komposisi masyarakat basis salah satu paslon dengan memiliki tensi cukup tinggi, TPS berada pada basis pendukung semua calon, Kondisi masyarakat yang heterogen, adanya sejarah konflik atau Protes warga dan daerah sengketa Batas wilayah Kabupaten / Kota. “Konflik yang pernah terjadi selama Pilkada di Kabupaten Seluma yakni adanya Pemilihan Suara Ulang ( PSU ), penggelembungan Suara Salah satu Caleg, Penyelewengan Anggaran Pemilu 2019 yang dilakukan oleh oknum bendahara dan sekretaris KPU,” sampainya. (0ne)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *